Bitung – Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM melakukan peninjauan pelabuhan petikemas, dan pelabuhan penumpang serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.
Menurut Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Sanny Parengkuan saat memaparkan daerah KEK kepada gubernur mengatakan, luas area KEK bitung mencapai 534 Ha. sedangkan rencana pengembangannya kurang lebih 2.500 Ha.
Sementara itu untuk sonasi pengembangannya yaitu untuk zona pengolahan ekspor, industri dan zona logistik.
Sedangkan untuk core business dipersiapkan untuk pengolahan ikan dan hasil laut lainnya, pengolahan kelapa dan turunannya serta aneka industri berbasis agro.
“Saya berharap rencana ini akan berjalan lancar, agar pembanguna di Sulut akan semakin maju, terutama Bitung karena potensi geoposisinya berhadapan langsung dengan samudra pasifik. Serta memiliki tiga keuntungan sekaligus yaitu geo strategi, geo ekonomi dan geo politik,” jelas Sumarsono.
Dia menambahakan pelabuhan Bitung berada di bibir pasifik, cukup penting bagi Indonesia untuk memainkan roda perekonomian Indonesia, ujar Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI.
Selain itu, keuntungan geografis yang dimiliki Sulawesi Utara (bitung-red), semestinya secara sadar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah pusat dalam meningkatkan daya saing ekonomi, sekaligus menekan pasar ekspor kenegara asia pasifik.
“Momentum perdagangan bebas Asean dan China hendaknya membuka mata atas kekuatan Indonesia untuk memainkan pasar yang lebih fleksibel dengan Bitung Sulawesi utara sebagai New Gatewai of Indonesia,” tandas Sumarsono.
