
MANADO – Anak-anak muda Manado terkenal dengan kesan pola hidup santai, tidak satupun tempat-tempat keramaian di Manado yang terlewatkan dari perhatian anak-anak muda sejak mall baru dibuka pagi hari.
Lain halnya Oma Poluan Frans, walaupun sudah berusia 70 tahun nenek ini tetap bersemangat menjajakan kue bagea door to door kepada warga di Kota Manado. Tidak kuatir cuaca hujan atau panas lansia warga Perum Daan Mogot, Desa Kolongan Tetempangan ini terus berjalan menyusuri waktu dari lorong ke lorong.
Dijumpai beritamanado, Senin (15/02) pagi, di Perum Griya Tugu Mapanget Asri, Oma Frans masuk keluar rumah menjajakan kue bagea asal Amurang. (JRY)

Saluut ke Oma kita ini. Semangat memenangkan banyak pertempuran. termasuk bertempur melawan musuh utama. Siapa itru?. Diri sendiri. Saya selalu besemboyan: “My main enemy is my self”. Musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Banyak orang berani tapi tidak berani mengalahkan dorongan egoismenya sendiri. Termasuk tidak berani berhenti. Pak Haro juga tidak berani berhenti pada tahun 1998. Kalau saja beliau berhenti di tahun 1998 pasti namanya jauh lebih harum….Tentu saja sebagai Orang Kristen….kita jangan jadi seperti Junus. :Lari dari panggilan. …Walaupun sudah ingin berhemnti tapi kalau ada penugasan dari BOS YANG MAHAKUASA, MAHAAGUNG…harus direspons. Harus di jalani…..Oma pokok berita kita yang sudah lansia ini….patut ditiru semangatnya…kesederhanaannya…kebersahajaannya….Oma ini justru dimuliakan dalam kesederhanaan, ketekunan dan keberaniannya melawan diri sendiri, melawan kehendak untuk dipuji, dipuja………Oma ini nyanda malo asal bekerja hala….dia cuma malo kalu pancuri….beda deng banyak orang “terhormat” yang nyanda malo “pancuri” asal dapa lia “hebat”…Tuhan memberkati Oma….