Agama dan Pendidikan

STIEPAR Manado – SMK Nusantara Gagas Sekolah Alam untuk Pesisir dan Kepulauan

STIEPAR Manado - SMK Nusantara Gagas Sekolah Alam untuk Pesisir dan Kepulauan
Ketua STIEPAR Manado Drevy Malalantang (kedua dari kanan) bersama pihak AMK Nusantara Manado usai penandatanganan MoU dengan Pemerintah Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utrara

Manado, BeritaManado.com — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado bersama SMK Nusantara Manado menggagas lahirnya konsep penyelenggaraan pendidikan yang unik dan lain dari biasanya, yaitu Sekolah Alam (Pesisi dan Kepulauan).

Hal itu dibenarkan Ketua STIEPAR Manado Dr Drevy D Malalantang SSi SE MPd MM kepada BeritaManado.com, Rabu (13/10/2021).

Menurut Malalantang, konsep ini membutuhkan dukungan dan kerja sama pemerintah desa yang memiliki kondisi alam, pesisir dan pulau yang berpotensi dalam pengembangan sektor pariwisata.

“Hal ini seperti yang baru kami lakukan dengan Pemerintah Desa Budo Kecamatan Wori, dimana  telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Dari segi sosial budaya, kesadaran mengenai pentingnya pendidikan bagimasyarakat yang berada di daerah pesisir dan kepulauan harus ditumbuhkan,” jelas Malalantang.

Dari sudut pandang lain, terkait konsep pendidikan ini, peran serta kaum intelektual dan akademisi bahkan keberpihakan kebijakan pemerintah daerah diharapkan hadir dan mendorong partisipasi masyarakat pesisir dan kepulauan terhadap pendidikan harus ditunjukkan.

“Inilah yang menjadi latar belakang mengapa STIEPAR Manado dan SMK Nusantara Manado menggagas Program Sekolah Alam (Pesisir dan Kepulauan) untuk hadir di Sulawesi Utara. Tujuannya jelas bahwa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan itu sendiri, menekan angka anak tidak sekolah, angka  tidak naik kelas, angka drop out sekolah ataup[un mendorong untuk melanjutkan  ke perguruan tinggi,” unglapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa sekolah tak berdinding adalah kosep alam terbuka yang  dikembangkan bagi masyarakat di pesisir dan kepulauan untuk mengatasi kekurangan sarana dan prasarana yang selama ini menjadi kendala pendidikan masyarakat pesisi dan kepulauan.

Sekolah Alam tidak dibatasi dan membatasi  ruang  yang dibatasi oleh tembok atau dinding, maksudnya adalah sekolah yang langsung diadaptasi dengan alam sekitar sebagai objek atau konten belajar bagi siswa.

Untuk tenaga pengajar,  Sekolah Alam akan melibatkan tenaga pendidik desa setempat untuk menajdi fasilitator belajar bagi anak usia sekolah di pesisir dan kepulauan.

“STIEPAR Manado dan SMK Nusantara akan menghadirkan instruktur, peraktisi dan atau guru profesional yang memiliki kompetensi dibidangnya untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Konsep sekolah ini juga bertujuan untuk pembentukan karakter peserta didik melalui sistem pendidikan experiential learning,” jelasnya.

Disamping itu, Sekolah Alam juga bertujuan untuk membentuk karakter anak-anak yang Tangguh, cerdik dan peduli, dimana hal ini diyakini dapat terwujud salah satunya dengan mendekatkan diri kea lam, melalui experiential learning.

Dengan demikian anak-anak dapat mengembangkan bakat alami mereka dengan baik dengan didukung oleh pngetahuan  serta  kompetensi khusus.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara