Begitu pula saat reses, ia memilih mendengar langsung aspirasi masyarakat daripada menggelar pertemuan formal.
Keluhan soal drainase, pendidikan, hingga akses kesehatan menjadi catatan yang ia perjuangkan di rapat-rapat DPRD.
Figur Perempuan yang Menginspirasi
Ketulusan dan integritas membuat banyak pihak menilai Jeane memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan Kota Manado.
Ia dinilai punya kombinasi langka: berani bersuara, memiliki empati, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Namun Jeane tetap rendah hati.
“Saya tidak pernah mengejar jabatan. Tapi kalau rakyat dan Tuhan menghendaki, saya siap melayani dari posisi apa pun,” katanya dengan senyum tulus.
Meski kini berada di panggung politik provinsi, Jeane tetap membumi.
Ia masih datang ke pasar tradisional untuk berbincang dengan pedagang, masih hadir di kegiatan gereja, dan tak pernah menolak ajakan foto dari warga.
Sosoknya menjadi representasi politik yang lembut tapi berdaya, politik yang berakar dari nurani dan kepedulian nyata.
Jeane Lalujan bukan hanya wakil rakyat di gedung dewan, ia adalah suara perempuan Manado yang terus menyala, menyuarakan perubahan dengan hati, keberanian, dan kasih.
(rds)
