Selain itu, praktik hukum yang tidak maksimal hingga dampak era globalisasi turut dipaparkan Antropolog Universitas Sam Ratulangi ini.
Poin menarik yang sempat disinggung Mahyudin, adalah ‘hanyutnya’ para tokoh-tokoh penting di pusaran korupsi.
“Padahal kalau mau dipikir mereka berpendidikan tinggi, taat menjalankan agama, tapi ujung-ujungnya ditangkap KPK,” katanya.
Kondisi ini, tambah dia, karena perintah agama dijalankan sebagai keharusan saja.
“Para mubaliq kebanyakan menyampaikan pesan Isra Miraj melaksanakan sholat. Tapi hanya berhenti di situ. Tidak masuk ke substansi sholat itu sendiri,” terangnya.

Diskusi Empat Pilar ini dipandu oleh Ketua Forum Guru TPQ Manado DR. H. Mardan Umar dan dihadiri oleh pembina TPQ Manado, Ustad Yaser Bachmid, Kepala Kantor Kemenag Manado diwakili Kasi Pendis, Pengurus dan Dewan Pembina FK TPQ Manado, Ustadz Yaser Bachmid, para ketua dan guru TPQ se-Kota Manado, Kepala KUA Kecamatan Tikala dan Ketua Yayasan Insan Kawanua Gaspar Puasa.
(Alfrits Semen)
