
Penulis: JenlyWenur | Pineleng, Minahasa
Usai resmi terpilih sebagai Ketua Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Desa Pineleng Dua, Dr Sjerly M Lumi, S.Pd, M.Pd siap tancap gas.
Bagi Syerly sendiri, tugas besar sudah menanti di depan mata demi memastikan pesta demokrasi di desa tersebut berjalan bersih dan berintegritas.
“Banyak pekerjaan yang harus segera dikejar,” ujar Sjerly di Kantor Desa Pineleng Dua, Senin (23/3/2026).
Fokus utama panitia dalam waktu dekat adalah merapikan data pemilih.
Ia menjelaskan bahwa timnya akan segera menggelar pertemuan intensif untuk membedah Daftar Pemilih Sementara (DPS), mencatat pemilih tambahan, hingga mengakomodasi para pemilih pemula agar hak suara mereka terjamin.
Sosialisasi hingga ke Lingkungan Terkecil
Tak hanya soal administrasi, Sjerly ingin masyarakat merasa memiliki hajatan ini.
Rencananya, panitia akan turun langsung ke delapan jaga (lingkungan) yang ada di Pineleng Dua untuk bersosialisasi.
“Kami melibatkan tim dari perangkat desa hingga BPD untuk turun ke lapangan. Saya sangat berharap warga menyambut baik para petugas kami agar informasi mengenai Pilhut ini tersampaikan dengan jelas,” ungkapnya lagi.
Menjamin Panitia yang “Bersih”
Satu hal yang menjadi penekanan kuat dari akademisi ini adalah soal netralitas.
Menurutnya, netralitas adalah kunci agar hasil pemilihan nanti diakui dan dihormati oleh semua pihak
Dari 11 anggota panitia yang terpilih, Sjerly menjamin bahwa mereka semua berangkat dari latar belakang yang kredibel, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga akademisi, dan dipastikan tidak punya “main mata” dengan calon manapun.
“Panitia harus berdiri di tengah. Kami sengaja memastikan bahwa siapapun yang memiliki hubungan kedekatan dengan calon Hukum Tua tidak dilibatkan dalam kepanitiaan,” tegas Sjerly.
