
Manado, BeritaManado.com — Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Citraland berlangsung seru dan cukup alot setelah warga Citraland menyampaikan berbagai keluhan bahkan kekecewaan terhadap pihak Citraland.
Melihat berbagai curahan hati warga penghuni istana properti Ciputra grup itu, sekretaris Komisi IV DPRD Sulut Yongkie Limen pun memberikan kriti dengan sindiran tajam ke pihak Citraland yang ternyata mengabaikan berbagai aspirasi masyarakat di kawasan elit itu.
Sindiran Yongkie ke Citraland tersebut terkait Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) dengan angka menguras kantong yang dikeluhkan oleh warga penghuni istana properti Ciputra grup itu.
“Beli tanah di Citraland, mo kampleng, jaga bayar itu iuran. Biar setang tinggal musti bayar,” sindir Yongkie ke Citraland dengan dialek Manado yang kental Senin, (20/10/2025) saat rapat dengar pendapat di ruang rapat komisi III DPRD Sulut.
“Biar le anjing atau apa bekeng kandang situ (Citraland) kalo menghasilkan uang, bayar,” sambung Yongkie.
Tak sampai di situ saja, Yongkie juga berhitung kasar dengan Citraland di mana, iuran itu merupakan partisipasi kesadaran masyarakat harus ada keterbukaan.
“Musti terbuka. Air itu sendiri, listrik itu sendiri, pengelolaan Kase bersih taman samua, pemeliharaan got (drainase) apa samua ada kan? Kalau jumlah kapleng di Citraland sana ada 500 kali 500, so ada 250 juta, satu tahun ada 3 miliar itu bohong semua itu,” cetus Yongkie.
“Kiapa itu for mo bayar tukang potong rumput dari Amerika?,” sorot Yongkie.
Suasana rapat dengar pendapat kala itu pun sontak ramai dengan riuhnya sorakan warga Citraland yang hadir pada rapat dengar pendapat sebagai tanda setuju dan dukungan penuh terhadap sindiran yang dilontarkan Yongkie Limen.
(Erdysep Dirangga)
