
“Sikap BRI sangat tidak profesional. Disatu sisi Pemkab Minahasa Tenggara sangat antusias memberikan informasi pada transaksi keuangan, justru sangat disayangkan jika BRI yang kini baru mendapatkan kepercayaan dari pemerintah kabupaten tidak transparan,” tegas Vidy Ngantung yang juga adalah ketua LSM Gema Mitra.
Menurutnya, kalau pun mekanisme Bank BRI tidak bisa memberikan akses, justru harus lihat dulu konteksnya. Apalagi ini menyangkut keuangan daerah yang harus juga diketahui public, baik penggunaannya maupun transaksinya. “Inikan uang rakyat, kenapa juga BRI harus menutup-nutupinya,” kesal Ngantung.
“Kalo pelayanan bank BRI seperti itu, memang ada baiknya Pemkab Mitra tidak memindahkan keuangan daerah tersebut di BRI, lebih baik tetap berada di Bank Sulut,” tukasnya. *
