Agama dan Pendidikan

”Si Miskin tak Bisa Mimpikan Lagi Masuk Unsrat”

''Si Miskin tak Bisa Mimpikan Lagi Masuk Unsrat''
Kantor Pusat Unsrat (Foto Beritamanado)

MANADO – Adanya kenaikan SPP dan uang pembangunan yang tanpa mempertimbangan kemampuan rata-rata masyarakat di Sulut, membuat setiap tahun Unsrat semakin dijauhi para lulusan. ”Dulu anak petani seperti saya masih bisa mengecam pendidikan di Unsrat, apalagi di Fakultas Hukum Unsrat, ”ujar Jeverson Petonengan SH MH, wakil Sekretaris DPC GAMKI Manado.

Saat generasi dia di Unsrat kata Jepeto, sapaan akrab Pengacara Muda Sulut ini, banyak sekali anak nelayan, petani, dan buruh bangunan yang bisa merealisasikan mimpi-mimpinya dengan bisa sekolah di Unsrat, dan bisa menyelesaikan pendidikan.

”Kalau sekarang terus terang saya sedih, banyak adik-adik saya yang berpikir masuk Unsrat pun sudah takut, mereka terpaksa sekolah di Perguruan Tinggi Swasta yang biaya pendidikannya masih terjangkau, ”ujarnya.

Khusus di Fakultas Hukum Unsrat, kata Jepeto, dengan uang pembangunan yang mencapai Rp 15 juta, dan lainnya, tentu akan semakin menurunkan calon mahasiswa yang masuk.

Selain itu, dia mengaku, mendengar bahwa pungutan-pungutan ini tidak disertai dengan kuitansi. ”Ini khan masuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), jadi kalau diusut oleh oenegak hukum, bisa saja ini mengarah ke korupsi, ”ujarnya lagi.(abm)

3 tanggapan untuk “”Si Miskin tak Bisa Mimpikan Lagi Masuk Unsrat””

  1. Apa Rektor Unsrat tahu ada jalur SUMIKOLAH???? Helloooo Pak Rektor? Kami mendukung Jeverson untuk angkat ke permukaan masaaalah ini. Pak Jefferson bukalah FB untuk pendukung program Sumikolah digalakan lagi. Semua org kaya dari luar daerah akan masuk Kedok Unsrat dan org miskin berotak dan berpotensi Sulut terpinggirkan. Berapa persen kah disisihkan utk program SUMIKOLAH? Anak-anak miskin yang berprestasi di Amerika mendapat kesempatan masuk Universitas ternama di Amerika (pemerintah atau swasta) karena ada program untuk itu.

  2. untuk org2 daerah miskin dan punya kemampuan akademik sejak prof Tangkudung Rektor Unsrat telah diberikan peluang masuk unsrat lewat jalur sumikolah jalur ini sampe sekarang masih ada hanya saja perekrutannya menurut saya kecendrungan tidak lagi mprioritaskan putra dan putri daerah. Sumikolah artinya ke sekolah Rektor dan para dekan lewat jalur sumikolah harus memberikan harapan pada putra putri sulut dan jgn memberikan ratapan. Dukungan saya utk Jeferson GAmki harus berjuang membela yg lemah. GAMki harus populis bkn populer alias makang puji. Oraetlabora and utomnesunum sint.

  3. Untuk punggutan okelah,…tapi harus ada subsidi silang,..dan penerimaan harus juga mengutamakan penduduk asli sulut dengan perbandingan 75%orang asli(minahasa,sangihe,bolmong)dan 25% pendatang luar.
    Sedangkan sistim subsidi silang,untuk warga miskin cukup membayar 1/4 harga pendaftaran dan tuk biaya pendidikan slanjutnya diikut sertakan beasiswa… (khusus pendatang tidak mendapat subsudu silang dan beasiswa)..
    Supaya semboyan bpk sam Ratulangi (sitou timou tumou tou)bukan hanya sekedar semboyan tanpa makna yang hanya untuk memanuasiakan orang kaya dan pendatang,.. Tapi sluruh warga termasuk orang miskin dan putra putri minahasa dan sulut sluruhnya.
    INGAT.!!!Unsrat=universitas SAM RATULANGI..jangan sampai pendidikian tinggi ini tidak dapat dikecap oleh orang minahasa dan sekitarnya yang adalah asal dari bapak Sam Ratulangi itu sendiri.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara