
Bitung—Ketua DPRD, Santy Gerald Luntungan (SGL) meminta Ketua Senat Mahasiswa (Semah) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsrat, Melky Pangemanan untuk datang ke Kota Bitung. Hal ini terkait pernyataan Pangemanan yang menilai 25 anggota DPRD tidak bekerja sesuai dengan fungsinya.
“Kalau Pak Melki orang Bitung dimaklumi pertanyaannya dan siap klarifikasi serta sharing. Silakan datang ke kantor dan saya tunggu. Kalau bukan jangan belajar jadi “politisi koran”,” kata SGL, Selasa (13/11).
Ia mengundang khusus Pangemanan untuk memberikan data yang dianggap tidak dilakukan DPRD selama ini. Seperti masalah Perda dan reses para anggota DPRD yang disangkakan Pangemanan.
“Hati-hati soal pernyataan “malas turun reses”, karena tiap anggota DPRD yang turun reses lengkap admisitrasi dan dokumentasi. Bisakah dibuktikan dan mempertanggung jawabkan pernyataan tersebut,” tegas SGL seraya berharap Pangemanan dalam waktu dekat bisa datang ke kantor DPRD.(enk)

Melki ja baca koran nda, masakkan katakan dewan tdk turun reses. Mana buktinya?
Hey kamu yg menamakan “suka belajar”.
Bung melky, tdak terlibat di partai politik. Jgn mengatasnamakan org tuanya sehingga berkata bgtu. Kami melihat saudara tidak tau apa2. Bahkan terkesan kurang informasi. Kalau mau serang bgtu, lihat prestasi ketua senat fisip. Tulis nama lengkap dong di komentar agar kita bisa berdebat.
Aduh kita semua sudah terjebak pada kepentingan (Politik) oknum ketua Senat Melky….Dia ini adalah anak dari Politisi PDIP Wilhelmus Dumais Pangemanan yang adalah Mantan Anggota Dewan pergantian antar waktu dari Jemmy Mandey periode 1999-2004. seperti diketahui Mandey sendiri di PAW karena membongkar impecmant yang diduga berbuntut pada penyerahan dana sebesar 120 juta ke anggota dewan. Teruslah kritis dan berjuanglah hanya untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadi.
yang sudah di ungkapkan sah2 saja,wajar jika ada bantahan namanya alam demokrasi,tapi penting di ambil hikmah,BK DPRD bitung harus respon,tegas lakukan terobosan baru publikasi kehadiran anggota DPRD dlm rapat2.kuncinya adanya di BK soal kapasitas DPRD bitung mungkin bisa bersaing dengan daerah lain, meskipun ada plusminusnya.
Melki jangan2 pukul pemkot krn ada maunya. Coba anda kritisi deprov yg ddlmx ada john dumais yg mensponsori kegiatan anda dikampung. Dekot btg ada datanya kalau reses, kalau ada yg tdk reses silakan kritisi dan terima saja undangan SGL. Jgn2 mau konsesus kamu..
Kalau soal reses itu mmg benar anggota DPRD selalu turun, saya juga selalu membaca dimedia. Kok melki katakan begitu. Kalau kinerja lainnya silakan disorot. Benar kata SGL mereka kalau reses punya data. Mau cari sensasi atau ada oknum dibelakang melki. Bae2 cari muka kong dapa panta. Memang siapapun bisa kasih penilaian utk kota bitung, tapi paling baik adalah mahasiswa yg kuliah dibitung. Kase statement jo for DPRD propinsi yang ngana dukung lalu wktu dikegiatan melalui sponsor John Dumais.
Tidak mungkinlah lah pak kalau saudara melky berani mengeluarkan statment seperti itu kalau tidak berdasarkan fakta bahkan data yg ada. Karena kebenyakan kami melihat kepercayaan masyarakat trhdap pihak legislatif yg notabene sbgai representasi masyarakat berkurang. Karena kinerja dan kebijkan yg di buat tidak transparan contoh seperti apa yg di katakan saudara melky. Seharusnya anda sebagai pimpinan bahkan anggota2 yg ada dapat mengoreksi diri agar ke depan dapat bekerja lebih baik lagi. Hidup Mahasiswa
Sdah terlihat jelas SGL memang tdak paham keinginan rakyat. Bukannya benahi kinerja malahan saling serang dgn pangemanan. SGL payah..!!! Hidupp pangemanan…!!!!
Kalau udah ada stetment seperti itu, silakan benahi diri, yang menilai kan masyarakat bukan bpk/ibu dprd, hidup rakyat,hidup rakyat.hidup marhein…
Biarlah masyarakat menilai. SGL sudah tidak disukai rakyat. Ingat masyarakat samata. Jangan lupa…
Nanti kami mahasiswa yang akan mendukung pangemanan dalam berjuang mengkritisi dekot bitung yang memang malas dan kurang memberikan kontribusi bagi masyarakat bitung. SGL itu, bukan latar belakang politik, hanya faktor ayahnya sehingga menjadi anggota dewan, padahal tidak mempunyai kemampuan memimpin. Hidupp melky pangemanan.. !! Maju terus mahasiswa…..