Manado – Hanya sedikit pendeta GMIM yang mendapat tugas pelayanan di Pulau Bunaken yang cukup terkenal di dunia dengan taman lautnya. Salah satunya, Astried Oley STh. Lulusan UKIT Tomohon tahun 2003 oleh Badan Pekerja Sinode (BPS) GMIM menempatkan sebagai pendeta termuda memegang jabatan Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) di GMIM Yohanes Bunaken.
Menariknya, karir pelayanan wanita asal Sawangan Minut ini dijalani dengan suka duka. Pasca lulus UKIT Tomohon dirinya meninggalkan ‘dunia pelayanan’ dan berkarir sebagai pegawai bank di HSBC Jakarta kurang lebih 3 tahun.
“Karena menjadi vikaris harus berusia 25 tahun, saya terpaksa bekerja sebagai pegawai bank HSBC Jakarta dulu,” tutur istri tercinta dari Lovey Lumintang SE.
Dan jalan Tuhan selalu tepat waktunya. Dimana ketika ada penerimaan vikaris dirinya meninggalkan segala kemewahan dan lain-lain sebagai pegawai bank untuk benar-benar menjadi pelayan Tuhan. Dan puji Tuhan dari sekitar 600 orang yang bertarung dan terima 75 orang, Astried salah satunya yang lolos.
“Dari sini pelayanan dimulai dengan vikaris pendeta di Jemaat Bukit Zaitun Kalawat. Diteguhkan menjadi pendeta GMIM 14 Februari 2010. Kemudian sebagai pendeta jemaat di GMIM Zaitun Kalawat,” kata mahasiswa pasca sarjana Unsrat Program Studi PSP ini.
Tuhan pun memberi tugas yang sangat luar biasa, dimana pada tanggal 23 Maret 2013 dilantik menjadi Ketua BPMJ GMIM Yohanes Bunaken.
“Semua karena anugerah Tuhan. Biar mandi aer hujan dan medan pelayan naik turun bukit, jarak rumah berjauhan serta harus melewati laut tapi tetap semangat melayani,” imbuh alumnus SMA 2 Manado ini.
Bahkan kasih Tuhan pun tak pernah berkesudahan, hari ini 11 Agustus boleh ketambahan usia menjadi 32 tahun dan mensyukurinya bersama dengan Jemaat GMIM Yohanes Bunaken dalam ibadah pagi ini. “HUT kali ini punya kesan lain sehingga saya sungguh bersyukur. Apalagi kepercayaan dari sinode sebagai Ketua BPMJ termuda di GMIM,” kunci ibunda Flavius Firstein. (aha)
Biodata:
Nama: Astried Oley STh
TTL: Balikpapan 11 Agustus 1981
Suami: Lovey Lumintang SE
Anak: Flavius Firstein
Pendidikan:
-Lulusan SMA 2 Manado
-Lulusan UKIT Tomohon 2003
-Mahasiswa pasca sarjana Unsrat Program Studi PSP
Pelayanan:
-Vikaris pendeta di GMIM Zaitun Kalawat
-Diteguhkan sebagai pendeta 14 Februari 2010
-Pendeta jemaat di GMIM Zaitun Kalawat
-23 Maret 2013 diteguhkan sebagai Ketua BPMJ GMIM Yohanes Bunaken


Saluut tuk Ibu Pendeta Olley ya. Pengalaman sebagai Petugas Bank, pasti menopang Ibu dalam pelayanan. Afda beberapa faktor penyebab kemiskinan didarerah ini: 1( Harga komoditas petrtyanian dan perikanan ditingkat petani nelayan yang sangat rendah (“farm gate prices” yang rendah, “marketing margin yang tinggi). 2). Social Habit (Prilaku Social) yang “nyanda brenti bagate”. 3) karena Ibu Rumah Tangga kurang pandai dalam pengelolaan keuangan. Pengaruh “biar kala nasi jangan kala aksi”, pengaruh konsumptif akibat godaaan “Manado sebagai Kota Pusat Belanja” (melalui tayangan barang barang konsumptif di Mal Mal).
Kalau “habit” ini ndak berobah, Orang Bunaken khususnya, Sulut umumnya bisa bisa nanti hanya akan menjadi “buruh” pada tanah kelahirannya sendiri. Perekonomian Sulutakan berada dibawah kekuasaan para pebisnis yang pintar memainkan “public saving” di Bank Bank yang mereka jadikan “modal usaha” untuk investasi dan penguasaan ekonomi lokal. Akan terjadi proses “alih fungsi lahan” dari pendiuduk lokal ke “para pebisnis”, yang disamping memiliki “entrepreneurshi” yang tinggi juga mempunyai “jariungan” yang baik dengan “pengusaha besar” dan “penguasa”…..Mungkin wakil rakyat di DPRD dan DPR perlu memikirkan pentingnya “land reform gaya baru”, pembatasan pengtalihan aset tanah dari penduduk lokal ke mereka yang menguasai ekonomi pasar…semoga Ibu pendeta sukses ya. Syalom. dari Oom Lucky Sondakh. Mantan Wkl Ketua PSDD BPS GMIM, Ph. D dalam Ekonomi Pembangunan Pertanian. Amin.