Minut, BeritaManado.com – Pemberdayaan masyarakat merupakan program yang terus digalakkan pemerintah saat ini.
Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta tercapainya target pemerintah dalam rangka memajukan ekonomi nasional.
Di Kabupaten Minahasa Utara, ada satu wanita yang sejak lama berjuang di sektor pembangunan kemandirian ekonomi keluarga.
Namanya Lucia Margaretha Selvi Tambani, seorang pengusaha yang konsisten dengan program pertanian yakni pembudidayaan tanaman nilam dan sereh.
Selain menjadi basis bisnis pribadi berserta keluarga, Selvi Tambani juga menggalang masyarakat untuk bisa bersama-sama melakukan kegiatan pembudidayaan nilam dan sereh dimana hasil produksi tanaman tersebut memiliki nilai jual yang tinggi serta permintaan pasar yang tinggi.
Sebagai informasi, nilam dan sere adalah bahan utama untuk produksi minyak wangi.
“Kebutuhan minyak sere dan nilam begitu besar di dunia sehingga sangat potensial untuk peningkatan ekonomi keluarga di lingkungan masyarakat pedesaan,” ujar Selvi Tambani, Senin (17/6/2019).
Untuk memotivasi masyarakat, Selvi Tambani menyiapkan bibit nilam dan sereh secara gratis dan disalurkan kepada kelompok masyarakat baik di gereja, masjid dan kelompok di lingkungan.
Tidak sampai disitu, ibu dari anggota DPRD Minut terpilih Marssel (PAN Dapil II), juga melakukan pendampingan secara menyeluruh dalam hal proses tanam sampai penjualan, bahkan disiapkan peralatan produksi/penyulingan serta membeli hasil-hasil budidaya dari masyarakat.
“Untuk kelompok rumah ibadah, saya berharap bisa membuka lahan paling rendah satu hektar, dimana hasil budidaya dapat membantu dalam pembangunan rumah ibadah dan untuk membantu umat yang membutuhkan modal,” tambah Ketua Perempuan Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara Tahun 2008 hingga tiga periode.
Bukan hanya nilam dan sereh, penggagas Pemberdayaan Masyarakat Minahasa Utara Tahun 2007 itu juga kerap memberikan pelatihan pembuatan minyak kelapa murni untuk produksi rumah tangga.
Di awal tahun 2007, Selvi Tambani sudah bekerjasama dengan Dinas Koperasi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara dalam menggalakan para petani dan wirausaha, memberikan bantuan modal kerja sekaligus pendampingan kepada petani dan wirausaha kecil dalam mencapai hasil-hasil produksi yang memuaskan.
Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan tercapainya swasembada pangan Sulawesi Utara, hingga selang waktu tahun 2007-2010 Pemerintah Sulawesi Utara menyatakan program yang dilakukan Selvi Tambani telah membantu ketersediaan pangan Provinsi Sulawesi Utara.
“Saya menghimbau masyarakat untuk tidak menjual lahannya melainkan difungsikan sehingga menjadi lahan produktif serta menghasilkan hingga dapat membantu keuangan dalam keluarga demi tercipta pemerataan ekonomi masyarakat, menghapuskan kemiskinan, memajukan ekonomi masyarakat dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan nasional,” tutup Tambani.
(Finda Muhtar)

