Suasana seleksi ISMOC yang diadakan pada SMA 9 Binsus Manado
Manado – Babak seleksi daerah Indonesia Science and Mathematics Olympiad Challenge (ISMOC) 2016 yang di ikuti ribuan Pelajar SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah di 20 kota besar berlangsung serentak hari ini (16/4). Beberapa sekolah dan universitas yang tersebar di 20 kota di Indonesia menjadi tempat penyelenggaraan seleksi lomba olimpiade ISMOC 2016.
Para bibit unggul yang akan mengikuti tahap penyeleksian terdiri dari pelajar SD maksimal kelas 5, SMP maksimal kelas 8, dan SMA maksimal kelas 11. ISMOC kategori matematika akan diikuti oleh peserta dari tingkat SD, sedangkan kategori matematika dan fisika diikuti oleh peserta tingkat SMP dan SMA.
Olimpiade yang digagas oleh Universitas Surya ini diselenggarakan dalam rangka mengembangkan bakat-bakat terpendam pelajar Indonesia. Melalui kompetisi ini, siswa didorong untuk bersaing, untuk belajar keras, dan untuk menang.
“Orang Indonesia sebenarnya cerdas jika diberi kesempatan belajar dan dilatih dengan baik. Bahkan antusias anak didik Indonesia tentang pentingnya olimpiade kini sangat tinggi. Pertumbuhan rata-rata peserta olimpiade kini mencapai 50% pertahun dalam kurun waktu 5 tahun (2007-2012),” ungkap Prof. Yohanes Surya selaku rektor Universitas Surya sekaligus pelopor olimpiade fisika dan matematika Indonesia.
Lewat ISMOC 2016 dan berbagai lomba olimpiade lainnya inilah Prof. Yohanes berharap mampu mengembangkan bakat jutaan anak di Indonesia. “Saya melihat betapa hebatnya anak daerah kalau dipoles dengan baik, Indonesia punya jutaan anak berbakat dari berbagai pelosok,” tuturnya. Selanjutnya ia menegaskan bahwa Indonesia akan jadi negara luar biasa dengan ribuan anak hebat kalau saja mereka mendapat guru-guru yang hebat dan diajar dengan metode yang tepat.
Berbeda dengan lomba olimpiade pada umumnya, ISMOC ini tak hanya berakhir setelah lomba, namun para pemenangnya akan diikutkan kembali pada kompetisi internasional lainnya. “Dengan adanya ISMOC semoga para pelajar mampu mengharumkan kembali nama bangsa di mata dunia dalam bidang fisika dan matematika internasional,” ungkap rektor Universitas Surya ini. Selain mampu menciptakan para pelajar yang siap mengikuti olimpiade tingkat internasional, ISMOC diharapkan dapat membangun jiwa pantang menyerah, meraih mimpi, berprestasi sejak dini, mengenalkan arti kompetisi yang menjadi bekal kehidupan, mengasah pengetahuan para siswa sekaligus menambah wawasan. (Risat)
