Berita Utama

Sejarah Kue Cucur di Minahasa dan Penginjil Johann Gottlieb Shwarz

Sejarah Kue Cucur di Minahasa dan Penginjil Johann Gottlieb Shwarz
Kue Cucur, kuliner khas dan melegenda di Minahasa

Tomohon, BeritaManado.com — Kue Cucur, kuliner khas Minahasa dan sangat melegenda ini menjadi simbol yang sangat dikenal hingga ke dunia internasional.

Namun tahukah anda sejarah asal usul Kue Cucur tersebut?

Hingga saat ini belum ada yang bisa memastikannya dengan sumber dan bukti-bukti yang meyakinkan.

Namun demikian ada cerita yang beredar bahwa Kue Cucur awalnya diajarkan oleh Penginjil Johann Gottlieb Schwarz kepada ibu-ibu saat dirinya memulai misi Protestan di Langowan.

Pendeta Hani Londah, kepada BeritaManado.com, Selasa (1/2/2022) mengatakan bahwa dirinya hingga saat ini sudah berusaha menelusuri, namun sayangnya belum dapat hasilnya.

“Antara keberadaan Kue Cucur dan Pdt Johann Gottlieb Schwarz memang belum ketemu benang merahnya. Namun satu hal yang bisa dipastikan bahwa Pdt Schwarz pada awal misinya tidak langsung menjalankan tugas utamanya, melainkan berusaha melakukan pendekatan sosial dan emosional dengan orang Langowan saat itu,” jelas Pdt Hani Londah.

Pada bagian lain, Pdt Hani Londah sendiri menuturkan bahwa dalam keluarganya, Kue Cucur masih menjadi salah satu menu favorit.

“Jika ada hajatan, pasti ada hidangan Kue Cucur di meja hingga saat ini. Mengenai sejarahnya, tentu diharapkan kedepan akan mengalami perkembangan berarti. Meski hanya kue dengan bentuk yang sederhana, namun sangat sulit menjari asal usulnya,” ungkap Pdt yang saat ini melayani Jemaat GMIM Maranatha Paslaten Tomohon.

Meski demikian, tak sedikit jemaat GMIM meyakini bahwa antara Kue Cucur memiliki hubungan.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara