
Manado – Sinyo Harry Sarundajang tampil memukau saat berorasi dihadapan ribuan massa pendukung Jokowi-JK pada kampanye terbuka di Lapangan Sario, Jumat kemarin. Ditegaskan pengalaman di pemerintahan selama 45 tahun dirinya tidak pernah salah memilih.
“45 tahun pengalaman saya mengabdi di bidang pemerintahan dan politik, saya yakin Sarundajang tidak pernah salah-memilih termasuk ketika saya memilih Jokowi-JK, sehingga saya yakin pilihan saya akan diikuti saudara-saudaraku masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Sarundajang.
Dekat dengan rakyat merupakan alasan Sarundajang mendukung Jokowi sebagai capres. “Itulah Jokowi pemimpin yang lahir dari rakyat. Bersahaja, sederhana, dekat dengan rakyat, blusukan kemana-mana, pasar, stasiun, benar-benar dari rakyat untuk rakyat Indonesia,” tutur Sarundajang.
Kampanye menampilkan artis ibukota Ruth Sahanaya dan paduan suara Unima. Tampil pula sebagai jurkam, anggota dewan pembina Demokrat Hayono Isman dan ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey. (jerrypalohoon)

Sedangkan SBY pilih Nomor 1…
Kalpataru adalah penghargaan lingkungan hidup untuk perorangan dan kelompok dikeluarkan tahun 1981…
Pada tahun 1986 dikeluarkan Jenis Kalpataru khusus untuk Perkotaan yang namanya bukan Kalpataru melainkan Adipura…
.
Etikanya…seharusnya jokowi tetap harus menjawab pertanyaan Hatta namun itu dipotong oleh Jusuf Kalla yang punya strategi licik untuk memanfaatkan mispell itu untuk memojokkan hatta…
Nah…kalau memang Hatta salah menyebut Kalpataru sebagai Adipura…
.
jadi…Mengapa Jokowi menjawab bahwa kota Solo menerima penghargaan Green City dari kementerian lingkungan hidup…padahal itu juga bukan ADIPURA…???…siapa yang gak nyambung…???
.
Penghargaan Green City juga merupakan Jenis Kalpataru yang khusus dikeluarkan untuk kota yang menerapkan lingkungan hijau…dan itu bukan Adipura…
.
Jadi…kesimpulannya bahwa pertanyaan Hatta tentang Kalpataru itu sudah dijawab oleh jokowi dengan penghargaan Green City…
.
jadi yang bego dan pikun siapa…??? ya itu…si kakek 72 tahun yang gampang bocor…
hahhahahahahaha…
.
.
Itulah bagusnya saling berbagi informasi…
.
einstein baru memWiki kata si pecinta titik…
.
saya ambil istilahnya… Megawati…BOSnya jokowi dan jusuf kalla…hehehehe…
(tambahan : Prabowo-Hatta TAK PUNYA BOS )
.
saya baca-baca ternyata…Bosnya jokowi – jk ini menjual Gas Papua yang diberi nama kontrak tangguh…dengan harga USD 3,5 per MMBTU…
.
Padahal harga dalam negeri 10 MMBTU
.
dan harga Internasional 18 MMBTU
.
dan harga kontrak itu merugikan negara 50 triliun per tahun…
.
dan siapa yang melakukan negosiasi itu…???
.
ya itu…bosnya jokowi-jk…megawati…melakukan negosiasi….
yaitu mendatangi komunis china…melakukan jual obral gas…
dan itu karena bosnya Jokowi ini banyak melakukan langkah-langkah bodoh di tingkat hubungan internasional sehingga jalan satu-satunya tinggal mengemis pada komunis china untuk membeli gas dengan harga murah meriah…
.
dan setelah sekian tahun berlalu…
wacana Renegosiasi tangguh maupun freeport kembali menguat disaat Prabowo mengangkat perihal Kebocoran uang negara keluar negeri…dan itu termasuk hasil renegosiasi Tangguh yang menguntungkan negara 250 triliun…
.
250 triliun itu juga salah satu KEBOCORAN yang dimaksud Prabowo…
.
Pilih sesuai kata hati…. jgn terpengaruh pimpinan daerah karena dorang punya kepentingan politik, torang masyarakat nintau apa2… siapapun Presiden, tetap jadi no 1
Pilih yang nda suka bikin BLUNDER, Jangan pilih tu nintau TPID nintau tu KALPATARU, nintau kontrak Tangguh siapa yang buat mar ngaku2 berhasil re-negosiasi..
.
Nintau cara beking paragraph baru..
.
Jang pilih tuh meong di dalam sarung :)
hahahahahahaha….
.
Kalpataru adalah penghargaan dibidang lingkungan hidup…pertama diadakan tahun 1981…untuk perorangan dan kelompok…
belum ada ADIPURA…
tahun 1986 dibuat Kalpataru khusus untuk perkotaan…
bernama Adipura…
jadi…
pertanyaan Hatta…tidak salah cuma kurang tepat…
karena Kalpataru untuk kota adalah Adipura…
jadi Hatta menyebut Kalpataru juga tak salah2 amat…
.
yang lucu…
.
Jusuf Kalla…
dengan sikap kekanak-kanakan malah memotong jokowi yang seharusnya menjawab tentang mengapa Jakarta dan Solo tak pernah dapatkan Kalpataru…tentu saja yang dimaksud adalah Adipura hanya perlu diluruskan bahasa tapi tak boleh lari dari menjawabnya karena rakyat ingin mendengar jawabannya…
dan…
jokowi juga membela Hatta dengan berdalih bahwa Solo pernah mendapatkan jenis Kalpataru yang lain yang bukan Adipura…
.
sudah tua2 umur 72 tahun tapi masih bersikap kekanak-kanakan…
dipikirnya…
bahwa debat ini adalah ajang tanya jawab quiz atau cerdas cermat…dimana setiap pasangan akan berupaya agar lawan tak bisa menjawab atau salah menjawab…
padahal…si tua pikun ini tak ngerti…
bahwa…
debat adalah ajang untuk memperlihatkan pada publik indonesia bagaimana capres-cawapres memaparkan visi-misi mereka dan menjelaskan bagaimana cara mereka untuk menjadi pemimpin…dan bagaimana mereka akan membawa negara ini ke depan…
.
Jokowi-JK selalu berusaha membuat pertanyaan yang KONYOL yang tujuannya agar lawan tak bisa jawab atau salah jawab…
menanyakan TPID yang merupakan program tingkat bawah atau tingkat daerah yang merupakan kewenangan daerah…
.
jangan lupa dalam debat terakhir…
.
Jokowi sang Calon Presiden berbicara tentang menanam PEPAYA…
.dan
JK kemudian Jokowi menjawab INVESTIGASI ketika Hatta berulang2 menanyakan RENEGOSIASI…
.
otak mereka nanti bisa ngerti ketika Prabowo bicara soal SBY berhasil renegosiasi Freeport…yang meskipun sudah tertulis sejak puluhan tahun bahwa setiap 4 tahun renegosiasi… baru sejak prabowo berteriak soal NASIONALISASI barulah Freeport mau Renegosiasi…!!!
.
ngerti on…????
Kalah telak!
Tanggal 9 Juli…
.
Jangan lupa…!!!
.
COBLOS Capres…SATU saja…!!!
.
itu SAH…demi masa depan yang lebih baik…
.
Agar presiden hanya SATU…bukan sekelompok orang yang mengendalikan seseorang…
.
dan….
.
jangan coblos Capres DUA…
.
karena itu berarti tidak sah dan rusak surat suara…
dan akan hancur negeri ini…
.
jangan pilih presiden yang akan jadi dua dimana yang satu adalah yang mengendalikan boneka yang disebut presiden atau…yang disebut PETUGASnya…
.
sang dalang ini menyebut si capres sebagai KREMPENG PETUGAS PARTAI…
.
sikap yang merendahkan ini bisa kita baca…bahwa memilih capres itu…
berarti memilih Kucing Dalam Karung…
.
Satu hal yang saya setuju sekali dengan Jusuf Kalla…
ketika ia mengatakan bahwa AKAN HANCUR NEGERI INI jika orang yang masih mentah…menjadi capres…
.
di tahun ke 46 SHS membuktikan bahwa ia salah…
ia memilih capres yang merupakan gubernur yang melakukan hal-hal yang tidak akan pernah dilakukannya karena sibuknya aktifitas birokrasi yang seharusnya dikerjakan oleh gubernur…
Jangan menyesal kalau tak pilih ini:
.””. .””,
| | / /
| | / /
| | / /
| |/ ;-._
} ` _/ / ;
| /` ) / /
| / /_/\_/\
|/ / |
( ‘ \ ‘- |
\ `. /
| |
Adano | |
masa sih……dari pdi ke demokrat kong bale ke pdi. …pasty ada yang nda tercapai waktu di demokrat…kong apa yang tu da cari….mentri….kalau jokala yang menang..lalamulu…….kasihan……