Manado – Aktifitas Santa Claus mobil sudah sangat meresahkan masyarakat. Meskipun tidak seluruhnya, namun tak jarang terjadi saling ejek bahkan saling intimidasi antar kelompok termasuk intimidasi kepada pengendara lainnya, seperti kejadian Sabtu (8/12) malam di kawasan Megamas, Manado. Beberapa kelompok Santa Claus nyaris adu jotos karena diawali saling ejek, bahkan berteriak alias bakuku.
Pantauan beritamanado, hingga Minggu (9/12) hari ini, hampir semua gerombolan mobil Santa Claus melakukan aksi-aksi tidak terpuji di jalan raya. Selain memutar musik dengan suara nyaring, juga ada yang berada di atas kap mobil, mengendarai sepeda motor tidak menggunakan helem, serta beberapa pelanggaran lalu-lintas lainnya. Lebih memiriskan lagi sepertinya kejadian-kejadian ini luput dari tindakan aparat kepolisian.
“Kebanyakan yang seperti ini dari kelompok dan komunitas diluar pemuda gereja. Bayangkan perempuan hisap rokok. Mestinya aparat kepolisian harus bertindak tegas, jangan hanya dibiarkan. Jika terus terjadi seperti ini maka yang dirugikan adalah Santa Claus dari pemuda gereja, karena kebanyakan yang melakukan aksi ugal-ugalan dari komunitas geng mobil dan klub-klub diluar institusi gereja,” tutur pemerhati masyarakat, Devi Najoan.
Pantauan beritamanado, sepanjang hari ini, aksi melanggar aturan lalulintas yang dilakukan kelompok Santa Claus juga disebabkan tidak adanya aparat kepolisian yang berjaga-jaga di jalan raya. Selain melanggar aturan, banyak diantara anggota kelompok ini mempertontonkan tindakan tidak pantas seperti merokok yang bahkan dilakukan perempuan.
“Logikannya khan kalau ada polisi tidak mungkin mereka menjadi liar seperti itu. Mungkin karena hari Minggu, jadi polisi libur juga. Selain pemerintah, organisasi gereja juga harus turun tangan karena jelas citra gereja menjadi jelek karena ulah kelompok-kelompok tertentu,” tukas Sri Surya Pertama, pimpinan pemuda KGPM. (Jerry)
