MANADO – Provinsi Sulawesi Utara mulai pekan keempat Maret 2012 mengekspor kopra ke Vietnam sebanyak 601,7 ton. “Ekspor kopra ke negara Asia Tenggara itu mendapatkan devisa sebesar 117.332 dolar Amerika Serikat(AS),” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan, Rabu (28/3).
Sanny mengatakan, ekspor kopra ke Vietnam merupakan peluang bagi petani Sulut karena sebagian besar petani di daerah ini memproduksi kopra. “Kopra merupakan produk turunan kelapa yang banyak dihasilkan petani, karena memang lebih mudah cara pengolahannya, karena itu produksi kopra daerah ini cukup tinggi,” kata Sanny.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut, Hanny Wajong mengatakan, Vietnam merupakan salah satu negara potensial pasar kopra Sulut, selain Filipina.
“Kopra diolah menjadi berbagai produk, termasuk minyak goreng, dan komoditas pangan lainnya, karena itu menjadi incaran pembeli luar negeri termasuk dari Vietnam,” kata Hanny.
Sulut dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia, sebagian besar diolah menjadi minyak kelapa kasar atau crude coconut oil(CCO), tetapi sebagian kecil di ekspor dalam bentuk bahan mentah, kopra.(jor)

carita boleh bagus…maar kenyataan tamang di kobong bilang tu harga kelapa per biji so kurang 900 pera… lebeh bae torang kaseh biar jo tu kelapa…so nda pulang poko.
Kong di Vietnam dorang olah jadi produk lain yang kemudian Vietnam ekspor ke Eropa dengan harga yang jauh jauh lebih mahal :)