Sangihe

Sangihe Bakal Miliki Patung Ir Soekarno

Tahuna – Sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Republik Indonesia yang pertama Ir Soekarno, karena telah mengunjungi Kabupaten Kepulauan Sangihe, maka Pemkab Sangihe akan mendirikan Patung Ir Soekarno.

Patung akan ditempatkan di Pelabuhan Tua Kota Tahuna di mana pertama kali Soekarno menginjakan
kakinya di daratan Sangihe.

Patung berukuran 3.5 meter ini sudah ada di rumah jababatan Bupati tinggal menunggu pemasangannya.

“Patungnya sudah ada, kemungkinan bulan April patung Soekarno sudah selesai di pasang di Pelabuhan Tua (Peltu),”kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum D Palit SE, kepada sejumlah wartawan Rabu (25/2/2015).

Bupati Kepulauan Sangihe Drs HR Makagansa MSi, ketika dimintai tanggapan terkait pendirian patung Soekarno tersebut mengungkapkan pendirian Patung tersebut sebagai bentuk penghormatan dan rasa kebanggaan terhadap Presiden Republik Indonesia pertama ketika mengunjungi Sangihe.

“Pendirian patung Soekarno ini sebagai bentuk pengormatan karena sang poklamator itu menginjakan kakinya di kepulauan Sangihe tepatnya di Pelabuhan tua itu, sekaligus jalan boulevard akan dinamakan Jalan Soekarno di mana patung itu berdiri,” kata Makagansa.(gun)

 

Satu tanggapan untuk “Sangihe Bakal Miliki Patung Ir Soekarno”

  1. Keputusan yang tidak bijak dan latah.
    Itu yang kami komentari. Tidak ada makna dalam penghormatan sosok Sukarno hanya karena ia pernah mengunjungi Sangihe.

    Sangihe secara tradisional adalah kerajaan yang mandiri dan merdeka, tidak tergantung dari kekuatan lain, ia sanggup mempertahankan dan mensejahterakan masyarakat Sangihe. Dalam buku sejarah penyebaran agama Kristen dan masuknya pengaruh Barat ke Maluku, Siau, Sangihe dan Talaud disebut bahwa ada kerajaan Siau yang merupakan sentral dalam politik dan penyebaran agama Kristen selama ratusan tahun. Lalu muncul kerajaan atau pemerintahan rakyat di p. Sangihe, dan seterusnya.

    Dalam perjuangan melawan pengaruh Ternate, Raja Siau bahkan melakukan lobi ke FIlipina, berkolaborasi dengan Portugis, bahkan membangun aliansi dengan pedagang Belanda.

    Secara politis, Sangihe bukan wilayah jajahan Portugis atau Belanda, tetapi dijadikan kawan dalam menyebarkan agama Kristen dan perdagangan rempah-rempah.

    Itulah sebabnya P. Siau merupakan penghasil pala terbesar di Asia setelah Grenada, padahal pala adalah tanaman asli P. Banda di Maluku. Kenapa bisa demikian? Semua karena pengaruh dari klekuasaan dan hikmat di masa lalu.

    Tanah Siau, Sangihe dan Talaud tidak pernah dimerdekakan oleh siapaun, tanah itu dan rakyatnya adalah negeri merdeka. Yang pada masa kemerdekaan memilih atas kemauan sendiri untuk bergabung menjadi wilayah Indonesia pilihan dari sebuah daerah wilayah yang merdeka dan mandiri.

    Kehadiran presiden Sukarno tidak memiliki makna historis yang penting. Sukarno tidak pernah memerdekakan Sangihe, tetapi Sangihe yang memilih bergabung dengan Indonesia, karena sejatinya Siau, Sangihe dan Talaud terikat persahabatan dengan Manado, Bolaang Mongondow sejak ribuah tahun lalu sampai masa modern, maka jika Jong Selebes, Jong Manado bergabung, maka tidak salah kita bergabung, asih toh bahasa kita sama-sama memakai bahasa Melayu.

    Dari sisi kemandirian kekuasaan dan masyarakat Siau, Sangihe dan Talaud itu, saya mengkritik dan tidak sudi pintu masuk tanah Sangihe ada patung SUkarno, karena tak relevan.

    ***

    Mengapa tidak membuat patung yang menghormati Kekristenan? Karena tanah Siau, Sangihe dan Talaud dahulu hidup dalam nilai kepercayaan kuno, dan sejak masuknya agama Kristen, negeri itu berjuang dalam pencerahan yang hebat.

    Semua itu berkat masuknya Injil.

    Papua telah memasang kenangan tentang Tuhan Yesus di sebuah bukit yang terlihat dari jauh.

    Sekali lagi saya kritik pemerintah Sangihe : Sokarno tidak relevan bagi masyarakat sangihe hanya karena ia pernah datang ke tanah itu.

    Sukarno tidak menetap di Sangihe, tetapi Kristus menjadi TUHAN dan Raja Agung orang Siau, Sangihe dan Talaud, jadi berilah hormat kepada TUHAN.

    Semoga yang mulia Bupati Makagansa bisa berpikir jernih dan jangan bikin malu karena membuat keputusan tidak elok.

    Sukarno hanyalah sosok dalam sejarah yg pernah injak kaki di Sangihe bukan sebagai pembebas, karena Siau, Sangihe dan Talaud adalah negeri merdeka. Bukan karena SUkarno ngajak gabung ke RI, tapi karena tomonang kawanua Sangihe yang mau gabung dengan RI.

    salam

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara