BITUNG—Kendati Kota Bitung sudah mendapatkan penghargaan adipura lima kali berturut-turut, namun masalah sampah tetap melilit kota palabuhan ini. Buktinya, sejumlah warga Kelurahan Batuputih Bawah dan Atas mengeluhkan penanganan sampah yang dilakukan oleh pihak Pemkot saat ini.
Pasalnya, armada yang selama ini ditugaskan untuk mengakut sampah rumah tangga di dua kelurahan tersebut tidak mampu mengkafer sampah yang dihasilkan setiap hari. Apalagi pengangkutan hanya dijadwalkan dua kali dalam seminggu, yakni hari Rabu dan Sabtu yang jelas-jelas tidak mengatasi masalah sampah rumah tangga di Kelurahan Batuputih Bawah dan Atas.
“Harusnya Dinas Kebersihan atau pihak kecamatan bisa memberikan armada bantuan, karena jelas satu unit armada yang dikerahkan selama ini tidak mampu mengkafer sampah yang ada di Kelurahan Batuputih Bawah dan Atas,” kata salah satu warga Lian.
Akibatnya, menurut Lian, sejumlah warga hanya membiarkan sampah menumpuk di temapt-tempat sampah menunggu armada datang mengakut sesuai dengan yang telah dijadwalkan. “Jika ini dibiarkan maka jelas akan berimbas pada parawisata yakni Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, karena jelas para pengunjung akan melihat tumpukan sampah yang tidak terangkut diluar jadwal armada,” katanya.
Apa yang dikatakan Lian ini juga dibenarkan salah satu pemilik resort di Kalurahan Batuputih Atas, Alfonso Wodi. Dimana menurut Wodi, sejumlah sampah berupa plastik kerap kali terlihat dialur sungai atau pantai pemukiman warga karena tidak terangkut.
“Kami harap ini bisa secepatnya mendapat perhatian sebelum mendapat komplain dari pengunjung. Karena jelas sebelum masuk ke lokasi TWA Batuputih para tamu terlebih dahulu melintas di pemukiman warga, jadi kami harap ada perhatian,” kata Wodi.
Sementara itu, Kadis Kebersihan Kota Bitung, Yosi Kawengian mengaku, untuk wilayah Kelurahan Batuputih dan sekitarnya bukan tanggung jawab mereka dalam mengakut sampah. Karena pihaknya telah menyerahkan penanganan sampah ke tiap Kacamatan yang dianggap terlalu jauh untuk dijangkau, seperti Kelurahan Batuputih.
“Armada serta pengaturan pengangkutan itu pihak kecamatan yang menangani, kami hanya berkoordinasi saja. Dan setahu saya untuk Kecamatan Ranowulu ada dua armada sampah disana,” kata Kawengian, Jumat (7/10).
Bahkan menurutnya, masalah anggaran pengangkutan juga diserahkan ke pihak kecamatan untuk mengaturnya, termasuk juga pengontrolan. “Nah bisa saja kedua armada tersebut tidak dapat mengkafer karena memang harus melayani beberapa kelurahan secara bergilir, bukan hanya Kelurahan Batuputih Bawah dan Atas. Ditambah lagi jaraknya yang cukup jauh sehingga harus dijadwalkan dua kali dalam seminggu,” jelas Kawengian.
Lebih lanjut Kawengian berharap masyarakat Kelurahan Batuputih Bawah dan atas bisa membantu dalam mengatasi masalah sampah. Dengan jalan melakukan pemilahan dan pengomposan agar volume sampah bisa berkurang, dan tidak terlalu berharap terhadap armada angkutan sampah yang memang sangat terbatas.(en)
