Berita Utama

Rusdiansyah Diduga Meninggal Akibat Terlambat Ditangani

Rusdiansyah Diduga Meninggal Akibat Terlambat Ditangani
Rusdiansyah saat dievakuasi ke rumah-sakit (foto beritamanado)

BITUNG—Satu-satunya korban yang sempat ditemukan selamat dalam kecelakaan helicopter di Gunung Dua Sudara kota Bitung, Rabu (3/8) lalu, Dian Rimba Rusdiansyah diduga meninggal karena terlambat mendapat penanganan dari pihak RSUP Prof Kandou Malalayang kota Manado. Pasalnya, menurut informasi pihak RSUP Prof Kandou menerapkan prosedur standar terhadap Almarhun Rusdiansyah ketika tiba di UGD rumah sakit tersebut.

Dimana pihak RSUP masih menanyakan siapa yang akan bertanggung jawab atas pasien tersebut dalam mengisi administrasi yang biasanya diminta dari pihak keluarga. Akibatnya Almarhun sempat tertahan sekitar 2 jam di RSUP tanpa mendapat perawatan lanjutan.

Padahal dari pengakuan Direktur RSUD Manembo-nembo kota Bitung, Dr Ceaneste Watuna,  korban dirujuk ke RSUP Prof Kandou setelah mendapatkan perawatan maksimal dari pihaknya.

ADVERTISEMENT

“Tensi tekanan darah korban dalam keadaan normal, begitu juga dengan pernapasan korban semua dalam keadaan normal ketika kami memutuskan untuk merujuk ke RSUP Prof Kandou untuk mendapat perawatan lebih insentif,” kata Watuna.

Alasan melakukan rujukan menurut Watuna yang mengaku ikut menangani korban, karena terjadi multi patahan ditubuh. Dan peralatan yang dimiliki RS di kota Bitung masih minim untuk kecelakaan berat seperti yang dialami korban.

“Pertolongan pertama yang kami dilakukan sampai menghabiskan 3 botol infus cairan dan ditangani oleh 3 dokter dan yang jelas ketika kami rujuk korban dalam keadaan kuat,” tegasnya.

Apa yang dikatakan Watuna dibenarkan Dr Tommy Sumampouw yang bertindak sebagai koordinator kesehatan ketika proses evakuasi dilakukan. Malah dirinya mengaku sangat syok ketika mendapat kabar jika korban meninggal dalam perjalanan ke RSUP Prof Kandou, karena ketika dirujuk korban sudah dalam keadaan lebih baik. (en)