MANADO – Setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), akhirnya berhasil menetapkan James Salibana sebagai Dirut Bank Sulut. Bukan hanya itu. Pasalnya, sebagian besar petinggi Bank Sulut berubah dalam RUPS kali ini, Jumat (10/2).
James Salibana sebelumnya menjabat Kepala PBC, posisi lainnya, Novi Kaligis (Dirpem), Felming Harun, Direktur Umum sebelumnya menjabat SKAI (Satuan Khusus Audit Internal), Jeferson Lungkang (Dirkep), Jantja Kaunang (Dirops). Sedangkan jabatan Komisaris Utama masih tetap bersama Effendi Manoppo, dan Gunawan.
Tentu hasil ini diharapkan akan menjadikan Torang Pe Bank ini semakin baik lagi, dan mengakhiri beberapa konflik internal yang sering terjadi sebelumnya. Memang seperti diprediksi sebelumnya jajaran Direksi akan diganti orang baru semuanya.(del)

Bank sulut torang p Bank,,slamat utk yg terpilih, brsama kita tingkatkan kwalitas,popularitas,dr instansi ini secara global dan efisien.
yth: Mr Noname…. Betul skl anda blg bhw Dana Pihak Ketiga BS sdh lbh bnyk dari Pemda (Giro) itu artix tanda awas ditengah persaingan Bank saat ini krn idealx suatu Bank menggambarkan kepercayaan Masyarakat kl Dana Pihak Ketiga Strukturx adalah dari Tabungan dan Deposito baru sisax Giro seperti Bank-Bank Komersial lainnya, tp kl tetap dipertahankan spt saat ini itu artix Dewan Direksi dan Komisaris hrs berbaik hati hati dgn Pemda krn Giro itu kan anytime bs dicairkan Pemda sekaligus….. kl itu terjadi Anda bisa bayangkan….Tp semoga dgn Dewan Direksi yang baru ini secara bertahap bs merubah struktur komposisi Dana Pihak Ketiga tsb…. Krn kl tetap bertahan posisi dgn andalan Giro Pemda…Itu artix Pemda daya serapx rendah dan berimplikasi pada daya dorong Pemda dlm menggerakkan pembangunan melalui dana yang dimilkinya (DAU dan Dana Kontigesi lainnya) tidak efektif…. Idealx dana Pemda yang di Giro kan itu tdk terlalu lama mengendap di Bank… dan hal ini juga sdh diisyaratkan oleh Pemerintah Pusat (Departemen Keuangan) bhw daya serap dana Pemerintah Pusat yg dialirkan Pemda hrs tinggi utk akselerasi Pembangunan Daerah……Maka tugas Direksi yg baru adalah bgmn meningkatkan dana masyarakat dari Tabungan dan Deposito.. atau tambahan modal baru dari pemegang saham atau Obligasi PT BS dimaksimalkan,,,
To Antony : saya Dan bung sm Dari luar, kita Bantu doa saja tidak perlu jealous, mari dukung tanpa membuat opini sendiri, klo anda terpilih jadi Direksi saya yakin anda tdk akan mengomentari hal2 negative disini, think positive bung! Bravo
Kpd Abdi coba teliti neraca Bank sulut baik-baik, Dana pihak ke3 giro tab, deposito lbh dr 60% dr masyarakat, credit yg diberikan sekitar 4T lebih, sudah 50% lbh kredit produktif, sebelumnya tdk pernah lwt 10% kredit produktif, berartii bs sudah berubah, bukan konsentrasi kredit PNs saja Dan Dana pihak ke3 sudah lbh byk dr pemda. Lihat LB total asset akhir DES 2011 melampaui 5T, sedgkna modal PS sekitar 200M! Artinya rakyat yg punya sisanya
ini susunan direksi hsl rups bank sulut belum final,,,,,,masih ada satu langkah lagi persetujuan bank indonesia. seperti rups lalu terpilih jantje monalu utk dirut bank sulut namunsetelah uji bank indonesia yg terpilih jeffrey wurangian. yg pernah rups sebelumnya juga james salibana terpilih dlm rups sebagai direktur operaional…….setelah fit n proper test bank indonesia ditolak, dan yg jadi ridwan ngilu……. jadi kepada sobat sobat yg terpilih dalam rups, jgn dulu ber busung dada. Finalisasi ada di tangan mener ramlan ginting, Ini mener ramlan tidak akan kompromi…….dia akan fpt semua…..perkiraaan saya ini skenario pemegang saham mayoritas, setelah diajukan ke bank indonesia dan ditolak, maka pak lamongge atau pak dauhan yg notabene dari bni dan bank mandiri yg maso jadi dirut. Bravo pemegang saham mayoritas. Ini bank sulut lei ada depe politik sadiki. Kong direksi baru jgn lupa itu komisi yg dipimpin mener steven di dprd prov sulut. slmt sukses utk direksi yg terpilih…..aemoga dilegitimasi oleh mener ramlan ginting (bank indonesia),,,,,,
Bank Sulut ke depan hrs mampu menggerakkan ekonomi Sulut, terutama memfasilitasi sektor ekonomi penggerak utamanya seperti pertanian dan perdagangan kotel dan restoran< Hal ini berarti kedepan Pt BS sejajar dgn Bank komersial lainnya dlm mengambil sebagai Corporate Banking…. krn selama ini PT BS hanya berperan sebatas Retail Banking dgn Core Business nya adalah kredit konsumtif para PNS Pemda…. Kl performance nya tetap begitu tdk usah muluk2 memberikan syarat kepada calon Direksi krn siapaoun mampu krn core business nya hampir tdk ada resiko dan membuat Dewan Direksi dan Komisaris tdk kreatif dan profesional menghadapi tantangan perekonomian daerah kedepan..Hal inilah yg terjadi< maka dgn terpilihnya Dewan Direksi yang baru yg hampir semua internal PT BS adalah sdh memenuhi syarat mutlak (necessary condition) aplg melaui RUPS… Namun yg msh hrs dipertimbangkan oleh para pemegang saham adalah juga syarat kecukupannya (sufficient condition) dmn rule of the thumb selama ini pasca UU Otda thn 2004 Kepala daerah tdk bisa menduduki sbg komisaris di BUMD atau PT…. shgg sejak itu sbg Komisaris Utama dipercayakan kepada Sekretaris Daerah… Utk itu agar Cash Flow Pemda bisa terkontrol dgn baik seharusnya Komisaris Utama saat ini hrs dipercayakan ke Sekretaris Propinsi, hal ini penting sekali krn performance PT BS masih kurang aman sebab Struktur Dana Pihak Ketiga PT BS masih didominasi oleh Giro (semacam belas kasian Pemda dan sbg moral obligation) disusul Deposito dan Tabungan. Sementara Bank Komersial lainnya yg ideal adalah struktur Dana Pihak Ketiga yg merupakan kredibilitas masyarakat adalah Tabungan disusul Deposito dan Giro….dgn posisi PT BS yg sebagian besar sekitar diatas 50 persen berasal dari Giro para Pemda sbg pemegang saham idealnya Komisaris Utama hrs Sekretaris Propinsi krn langsung bertanggung jawab secara struktur kpd Gubernur secara kelembagaan bukan pribadi… Sama halnya Komisaris dari Pihak pendatang baru (Cahirul Tanjung Group) memberikan kepercayaan kpd orgnya scr kelembagaan bukan pribadi….Krn para Komisaris adalah Ex Officio para Owner (pemegamg saham)….. Sukses Para Direksi baru PT BS…… ….