Berita Utama

Roy Maramis Pertanyakan Uang Tilang ke Polisi…

Roy Maramis Pertanyakan Uang Tilang ke Polisi...
Tren tilang di tempat menjaring ratusan kendaraan pada operasi lalulintas (foto beritamanado)

MANADO – Ini baru menarik, aktifis pemuda, Roy Maramis SH, mempertanyakan uang tilang kendaraan baik mobil maupun sepeda motor.

”Khan polisi selalu melakukan tilang kepada pengendara yang melanggar aturan lalulintas, tapi mungkin hampir tidak ada orang yang tahu kejelasan dari uang itu, ”ujar Ketua Pemuda Yustisia Sulut ini, Senin (25/7).

Roy menambahkan, uang tilang ini masuk pada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). ”Jadi kejelasan uang ini harus dibeberkan secara transparan ke masyarakat. Semua instansi sekarang dilakukan audit oleh BPKP, dan dibeberkan ke publik. Jadi saya pikir polisi juga harus mulai berani membeberkan semua dana yang berada, bersumber, dan dikelolah instansi ini,” tukas mantan Ketua KNPI Manado ini.

Dia menambahkan, transparansi keuangan di kepolisian akan lebih baik kalau dicontohkan dari Sulut, termasuk pertanggungjawaban uang tilang tersebut. (bom)

10 tanggapan untuk “Roy Maramis Pertanyakan Uang Tilang ke Polisi…”

  1. dulu saya sebal dengan polisi yang makan uang orang yang kena tilang, seenaknya meminta uang. kalau dia tilang sendiri, saya akan sangat sebal.

    setelah saya beberapa kali berbicara dengan pihak polisinya sendiri, ternyata mereka mau untuk menertibkan masyarakat, tetapi masyarakatnya sendiri yang tidak berani ambil hukum. akhirnya polisi tersebut menawarkan jalan untuk mempermudah mereka, dan daripada uang tilang masuk negara untuk dikorupsikan, mending beri polisi berkat untuk makan.

  2. Tuama Tonsawang: qta setuju bgmna kalau torang baku kumpul orang pa kita ada 500 orang, kong torang pigi POLDA masa le dorang pe gaya ba sweeping jaga ba sembunyi di antara leilem-sonder…….

  3. @ Bian torang dua pe jalur paling banyak sama, pasti yg jaga ba-tilang aparat Polres Minahasa di jalur Sonder sampai di-Langowan, kadang torang malas pake ban pengaman karena torang pandang enteng karena kecepatan kendaraan bukan sama dengan jalan Tol, tapi ini yg jadi makanan empuk aparat polisi. sampe dengan kotak P3K mo jadi alasan tilang padahal kalo di Minahasa dan Manado itu puskesmas kurang tarete-rete mar tetap dorang kase alasan itu kotak P3K. Kalo itu uang denda kwak jelas ndak apa-apa. @Bian bagimana kalo torang mangada pa Kapolda kong torang usul itu Kasat Lantas Minahasa sampe dengan komandan regu ganti samua pa dorang karena dorang nyandak mampu bina dorang pe anak buah, terutama yang salalu batilang di Jalur Sonder s/d Langowan

  4. Kita juga kena, seat belt denda 250 ribu kong tu polisi ada bale belakang itu langsung patok 80 ribu.
    TORANG BELUM BISA PERCAYA POLISI INDONESIA….. RAKUS SORODO …di tempat peradilan ada ketidak adilan so di pa POLISI ini…
    menyebalkan

  5. tu doi tilang dorang so bli akang anak p susu,,,,,soalnya ada tu polisi kalo ja b tilang pke gaya bsambunyi,,pas ada yang melanggar,,,baru keluar trus tiop pluit,trus arahkan ke tempat yang agak jauh/sunyi,,,trus bku ator disana,,,,

  6. Sangat setuju dengan bung Roy. Perlu dipertanyakan pula kemana mengalirnya fee plat nomor polisi KHUSUS (bagi mereka yang minta plat nomor khusus), karna tidak pernah diberikan KWITANSI.

  7. Apa Pemuda Yustisia berani buka suara bukan hanya untuk KORUPSI tapi KOLUSI Dan NEPOTISME. Ini semua kejahatan luar bisasa yang menghancurkan Indonesia. Ini yg menghambat Indonesia bersaing di dunia International. So, What’s up Pemuda Yustisia?

  8. Kami masyarakat mendukung Roy Maramis untuk mengusut semua uang tilang. Semua korban tilang juga harus ambil bukti pembayaran. Biar Pemuda Yustisia kejar terus dan ini jadi bakhti kepada masyarakat Pemuda Yustisia. Maju Terus Pemuda Yustisia. Gong gong terus dan gigit jangan sampai terlepas.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara