
MANADO – ‘Plesir’ Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara (DPRD Sulut), Meiva Lintang bersama sejumlah anggota Deprov lainnya, kembali disoal. Kritik kali ini datang dari Anggota Deprov Sulut, Benny Rhamdani.
“Kunjungan alias ‘Plesir’ Deprov (Meiva Lintang Cs, red) ke Luar Negeri, merupakan perbuatan tak pantas sebagai wakil rakyat Sulut,” ujar Rhamdani, tadi siang.
Rhamdani menilai ‘Plesir’ yang dikemas dalam Studi Banding tersebut tak memiliki relevansi dengan tugas dan tanggung jawab Anggota Deprov. “Yang relevan Studi Banding ke Inggris, Argentina, Korea dan Belanda seharusnya Anggota DPR RI, bukannya anggota Deprov. Karena kalau ingin melakukan Studi Banding cukup antar provinsi saja. Itu hanya alasan mereka untuk menghabiskan uang rakyat,” beber Rhamdani. (is)

So nentau sapa yang betul ini?
Kayaknya para Anggota DPRD Sulawesi Utara terus saja mempermainkan uang rakyat dengan alasan studi banding ke luar negeri. Apa yg akan di studi bandingkan ??? Mana laporan secara tertulis hasil studi banding dan promosi para Anggota DPRD Sulut kloter pertama yang lalu ke luar negeri ??? Lagi-lagi masyarakat Sulut di bodohi dan di bohongi. Gubernur harus tindaki hal ini dong. Jangan diam aja……
..BAGITU NOH DORANG….SETELAH SO PULANG JALAN-JALAN …DIA BALAS BA KRITIK…KURANG JA BAKU-BAKU GANTI…
depe tmn2 sndiri dia pojokkan noh, bagaimana jo dp pergaulan di dewan kang??? memang jago skali ini Beny rhamdhani… Hahahaha…
Papancuri samua…
Beny rhamdhani? Hahaha…
Rupa tu butul2 jo ngana… Kong ngana ada pigi amerika baru2 ini doi dari mana? Kong ngana nda pernah berangkat pake doi rakyat so? Hahaha..