Bolmong Raya

Refleksi Cita-cita Awal Pemekaran Kabupaten Bolmut di HUT ke 15

Boroko, BeritaManado.com – Tak terasa Kabupaten Bolalang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara sebentar lagi akan beranjak usia yang ke 15 tahun.

Tepat pada tanggal 23 Mei 2022 mendatang Kabupaten yang dimekarkan pada tahun 2007 lalu nyatanya menyimpan banyak cita-cita.

Satu dari sekian cita-cita itu adalah persoalan kesejahteraan rakyat.

“Sebagai negeri yang tengah memasuki usia remaja, tentu sangat penting mengevaluasi beberapa cita-cita awal pemekaran kabupaten ini,” kata ketua presidium pengawal pemekaran kabupaten Bolmong Utara (P3BMU) Moh. Irianto Christoffel Buhang.

Menurutnya, sebagai refleksi HUT ke 15 kabupaten Bolmut, pentingnya kita mengevaluasi Kabupaten yang tengah memasuki usia remaja ini.

“Dimana, penilaian itu dilihat dari berbagai sektor, salah satu yang paling penting dan berhubungan langsung dengan cita-cita pemekaran yakni kesejahteraan rakyat dari segi ekonomi,” kata Christoffel.

Kalau melihat dari beberapa indikator kelemahan ekonomi rakyat, khususnya bagi masyarakat yang basic pekerjaannya petani dan nelayan, maka perlu dibentuknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Mengapa, karena BUMD bisa berperan penting, misalnya sebagai pemberi modal sekaligus pembeli hasil pertanian maupun perikanan.” ujarnya.

“Kalaupun tidak bisa membeli, minimal membuka jaringan dengan perusahaan pembeli,” sambungnya.

Bayangkan, menurutnya, ikan dari kwandang, rica dari Isimu, beras juga dari daerah lain kemudian dijual disini, setelah habis terjual, dibawah lagi uangnya keluar Bolmut.

Ia mengatakan pentingnya sektor pertanian dan perikanan untuk diperbaiki.

“Untuk mendorong pertumbuhan ini, dibutuhkan BUMD.” beber dia.

Berbicara tentang pelayanan dasar, kata Christoffel, tentu tak lepas dari bidang Kesehatan dan Pendidikan.

Harapannya di bidang kesehatan, agar memberdayakan tempat-tempat kesehatan agar dapat meminimalisir masyarakat yang sakit tidak lagi dibawah keluar.

“Pertama, mengurangi biaya untuk keluar, dan kedua bisa mendatangkan uang.”

“Contoh misalnya, jika ada pasien yang seharusnya bisa di atasi disini, kemudian harus dirujuk, coba kita hitung mulai dari keluarga pasien yang mendampingi pasien, kemudian transportasi, hingga BPJS yang harus dibayar kesana. Ini minimal tidak keluar,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, diungkapnya, hadirkan perguruan tinggi di Bolmut.

“Coba kalau kita hitung ada berapa anak Bolmut yang sekolah di perguruan tinggi?”

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara