
Tomohon – Badan Anggaran DPRD Kota Tomohon benar-benar menyoroti akan kinerja dari Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tomohon Ir Harold Lolowang MSc. Hal ini disinyalir sebagai buntut minimnya pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tomohon jelang akhir tahun 2012.
Hal tersebut terpantau saat digelarnya Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Tomohon dan Badan Anggaran (Banggar) Dekot Tomohon, Rabu (14/11/2012) lalu.
Menurut Ketua DPRD Kota Tomohon Andy Sengkey SE, tak semestinya PAD Kota Tomohon minim hingga akhir tahun ini. “Kota Tomohon memiliki potensi yang bisa dan mampu mendorong terdongkraknya PAD, sehingga tak semestinya realisasi di akhir tahun minim. Harus mendapat perhatian eksekutif,” tegas Sengkey.
Sebelumnya Ir Harold V Lolowang MSc selaku Kadis DPPKAD Kota Tomohon kepada beritamanado.com mengatakan bahwa untuk realisasi PAD tahun 2012 baru menyentuh angka Rp 8,8 miliar dari yang ditargetkan sejumlah Rp 11 miliar atau sekitar 75 persen. “Untuk tahun ini kita menargetkan Rp 11 miliar. Itu artinya terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2011 lalu sebesar Rp 8,1 miliar. Ke depan kita akan bersifat instruktif ,” ungkapnya.
Dikatakannya, tahun 2012 ini pihaknya menemui sejumlah kendala dikarenakan ada PAD sejumlah SKPD yang tidak bisa ditarik lagi sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah serta sejumlah item lainnya. “Ke depan kita akan lebih berusaha lagi untuk menggali sumber PAD lain,” tukasnya seraya menambahkan PAD 2013 kemungkinan besar tetap mengacu dari tahun ini yakni Rp 11 M. (req)
