
Manado – Personil DPRD Kota Manado, Fany Mantali saat ini menilai, dengan belum ditetapkan dan dilantiknya pimpinan definiti akan mempengaruhi pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2014 dan RAPBD Induk 2015 Kota Manado yang dipastikan akan kejar tayang karena padatnya agenda dan memasuki akhir tahun.
Hal ini menurutnya, akibat adanya polemik penunjukan ketua definitif di internal Partai Demokrat yang hingga saat ini belum bisa diproses lebih lanjut karena mendapatkan permintaan ‘pending’ dari DPD Partai Demokrat Sulut karena ada hal yang perlu diluruskan soal SK DPP yang telah diterbitkan dan dimasukkan ke sekretariat DPRD Kota Manado.
“Saya sangat khawatir pembahasan RAPBD Perubahan hingga RAPBD Induk 2015 ini akan dibahas secara tergesa-gesa karena waktunya sangat sempit. Parahnya apabila polemik ini berlarut-larut, Kota Manado sendiri akan menggunakan APBD Perubahan 2013. Dan Partai Demokrat harus bertanggung jawab soal pembahasan kejar tayang ini,” ujar Mantali.
Lebih lanjut dikatakannya, alasan sempitnya waktu pembahasan karena pada hakikatnya sebelum melakukan pembahasan dan penetapan APBD Perubahan dan Induk harusnya DPRD Kota Manado menggelar reses dalam rangka menjemput aspirasi masyarakat yang nantinya direkomendasikan ke eksekutif untuk dijadikan program preoritas dalam APBD tersebut.
“Pemahaman saya, sebelum pembahasan RAPBD, harusnya dewan melakukan reses terlebih dahulu. Supaya aspirasi masyarakat seperti perbaikan infrastruktur contohnya terakomodir dalam APBD nantinya. Jadi, sangat riskan bagi saya jika APBD dibahas secara tergesa-gesa karena waktunya sudah tidak cukup,” tutur politisi Partai Gerindra itu. (leriandookambey)
