Agama dan Pendidikan

Rabbi Yaakov Baruch Sambut Uskup Anglican di Sinagoga Tondano, Simbol Toleransi Dunia dari Tanah Minahasa

Rabbi Yaakov Baruch Sambut Uskup Anglican di Sinagoga Tondano, Simbol Toleransi Dunia dari Tanah Minahasa
Uskup David Haines bersama Rabbi Yaakov Baruch di Synagogue Shaar HaShamayim

TONDANO, BeritaManado.com — Suasana penuh kehangatan dan rasa saling menghormati menyelimuti kunjungan kehormatan Uskup David Haines, Pimpinan Anglican Province of America, bersama Fr. Paul Rivard, Rektor All Saints Anglican Parish, ke Shaar HaShamayim Synagogue di Tondano, Senin (27/10/2025).

Keduanya mengaku terkesan sekaligus terkejut setelah mengetahui bahwa rumah ibadah yang dipimpin Rabbi Yaakov Baruch ini merupakan satu-satunya sinagoga yang masih aktif di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Uskup Haines banyak berdialog dengan Rabbi Yaakov mengenai sejarah, dinamika, serta ajaran dalam tradisi Yahudi Orthodoks di Indonesia.

Dalam suasana penuh persaudaraan lintas iman itu, Rabbi Yaakov dan Uskup Haines juga membahas kesamaan antara ajaran Yahudi Orthodoks dan Anglikan Tradisional, termasuk struktur ibadah dan prinsip konservatif nilai-nilai Kitab Suci yang tetap dijaga hingga kini.

Keduanya sepakat bahwa keharmonisan umat beragama yang terpelihara di Sulawesi Utara menjadi contoh nyata toleransi di tengah keberagaman bangsa.

Kunjungan itu juga disambut perwakilan dari Forum Lintas Iman Sulut, yang kini berkembang menjadi Indonesia Interfaith Forum, organisasi lintas iman nasional yang melibatkan unsur Yahudi, Bahai, Sikh, Taoisme, Ahmadiyah, Kristen Anglikan, dan Kristen Ortodoks.

Rabbi Yaakov Baruch dan Rev. Juris Kangihade turut memimpin dialog bersama untuk memperkuat kerja sama lintas agama di Indonesia.

Mengenang Holocaust, Rabbi Yaakov Baruch dan Uskup Haines Kunjungi Museum Holocaust di Tondano

Usai kegiatan di sinagoga, Rabbi Yaakov Baruch mendampingi Uskup Haines berkunjung ke Museum Holocaust di Tondano.

Dalam kesempatan itu, keduanya larut dalam keheningan dan rasa duka mendalam mengenang tragedi kemanusiaan terbesar abad ke-20 tersebut.

Uskup Haines menceritakan sebuah pengalaman, dimana ayahnya pernah bertugas sebagai tentara Inggris di Palestina pasca-Holocaust, berbagi pengalaman tentang makna perdamaian dan kemanusiaan.

Sementara Rabbi Yaakov Baruch menuturkan kisah korban Holocaust di Belanda, termasuk Dr. Alfred Munzer yang selamat berkat bantuan pasangan suami isteri, Tole dan Madna.

Pasangan suami isteri asal Indonesia itu kemudian diakui oleh Yad Vashem Museum Holocaust Yerusalem sebagai “Righteous Among the Nations”, gelar kehormatan bagi non-Yahudi yang menyelamatkan nyawa kaum Yahudi selama masa Holocaust.

Rabbi Yaakov Baruch Sambut Uskup Anglican di Sinagoga Tondano, Simbol Toleransi Dunia dari Tanah Minahasa
Pertemuan Rabbi Yaakov dengan Dr Alfred Munzer di National Holocaust Museum and Memorial, Washington DC.

Rabbi Yaakov juga mengenang pertemuannya dengan Dr Alfred Munzer, penyintas Holocaust asal Belanda yang keluarganya diselamatkan oleh orang Indonesia, saat berkunjung ke National Holocaust Museum and Memorial, Washington DC, tahun lalu.

Kunjungan lintas iman ini menjadi peneguhan bahwa semangat kemanusiaan, kasih dan toleransi dapat tumbuh dimanapun, bahkan dari sebuah sinagoga kecil di Tondano, Tanah Minahasa, yang kini menjadi simbol perdamaian dan persaudaraan bagi dunia.

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara