
Penulis: Frangki Wullur | Tondano
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa tetap memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata.
Hal itu dapat dilakukan melalui strategi yang lebih kreatif, kolaboratif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan pariwisata tidak selalu bergantung pada pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah yang efektif dengan biaya relatif rendah.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan memaksimalkan promosi digital melalui media sosial resmi pemerintah, website dan kolaborasi dengan komunitas kreator konten untuk memperkenalkan destinasi wisata Minahasa.
Selanjutnya dapat menggelar event budaya dan olahraga secara rutin di berbagai kecamatan dengan melibatkan pelaku UMKM, sanggar seni dan komunitas lokal sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan.
Dari sudut pandang estetika, eningkatkan kebersihan dan penataan destinasi wisata melalui gerakan gotong royong bersama pemerintah desa, masyarakat dan komunitas pecinta lingkungan.
Pemkab Minahasa melalui dinas terkait dapat mengembangkan desa wisata dengan memanfaatkan potensi alam, budaya, kuliner dan kerajinan khas yang sudah dimiliki setiap desa tanpa membutuhkan investasi besar.
Kemudian membangun kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu penyediaan fasilitas pendukung di kawasan wisata.
Selain itu dapat meningkatkan kapasitas pelaku wisata melalui pelatihan pemandu wisata, pengelola homestay, pelaku UMKM, serta promosi produk ekonomi kreatif.
Yang tidak kalah pentingnya adalah menyusun kalender wisata tahunan agar wisatawan dapat merencanakan kunjungan lebih awal dan pelaku usaha memiliki kepastian dalam mengembangkan usahanya.
Dengan mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memperoleh bantuan pendanaan maupun program pengembangan destinasi prioritas.
Dengan pendekatan tersebut, Minahasa dapat tetap mengembangkan sektor pariwisata secara bertahap meskipun menghadapi keterbatasan fiskal.
Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas, sehingga potensi wisata alam, budaya, sejarah, dan kuliner Minahasa mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Moudy Pangerapan, kepada BeritaManado.com, Senin (7/7/2026) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan hal itu.
“Itulah sebabnya kami saat ini berkantor di lokasi Benteng Moraya. Dengan demikian kami dapat langsung melakukan pengawasan terhadap hal-hal penting yang dapat menunjang kelestarian objek wisata ini, salah satunya kebersihan lingkungannya,” ucap Pangerapan.
Ia mengatakan bahwa keterbatasan anggaran bukan berarti tidak bisa berbuat sesuatu.
“Yang penting ada niat yang kuat disertai dengan kerja sama secara berkelanjutan, maka apa yang diharapkan pasti bisa terwujud,” ujarnya.
