Senada dengan itu, Ketua Lakri Minahasa, Jamel Lahengko (Engko’), menekankan bahwa kolaborasi antara wartawan, aktivis antikorupsi, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mencegah serta memberantas praktik korupsi di daerah.
“Korupsi tidak bisa dilawan hanya oleh satu pihak. Kita butuh sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa kebijakan antikorupsi benar-benar diterapkan secara konsisten,” ungkap Lahengko.
Diskusi ini juga mendapat sambutan positif dari pegiat media sosial Sulut seperti Victor Munaiseche dan Will Wetik. Keduanya menyoroti peran media sosial sebagai alat ampuh dalam menyebarkan informasi terkait transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
“Di era digital, masyarakat punya akses langsung untuk mengawasi kinerja pemerintah. Media sosial bisa menjadi alat kontrol sosial yang efektif dalam mencegah praktik korupsi,” kata Munaiseche.
(*/Erdysep Dirangga)
