TAHUNA – Setelah 7 hari sejak peristiwa pembunuhan yang terjadi Kecamatan Tabukan Tengah, Pempalalaeng Kampung Biru, yang melibatkan tersangka atas nama MS alias Marten, belum membuahkan hasil.
Lamanya perburuan yang belum membuahkan hasil ini, menjadikan masyarakat was-was untuk beraktifitas, baik malam hari maupun beraktifitas di kebun.
Ditambah lagi, informasi beredar bahwa tersangka tersebut memiliki ilmu gaib sehingga mempersulit proses penangkapan.
“Mendengar informasi yang beredar, sebagai warga kami sangat was-was, karena dari korban saja ada 7 orang, dan dirinya memiliki kemampuan menghilang dari sergapan petugas,” ucap stevi warga Manganitu.
Senada, Ana Tariang warga Tabukan Tengah mengatakan bahwa memang dari informasi bahwa keberadaan pelaku sudah sangat meresahkan warga, karena dirinya memiliki ilmu hitam.
“Dari informasi beredar dimasyarakat, menambah ketakutan masyarakat, sehingga ada yang memilih berkelompok ketika ingin pergi ke kebun,” tambah Tariang.
Kapolres Sangihe, melalui Wakapolres Kompol Jusuf Baba, ketika dikonfirmasi belum lama ini, mengatakan bahwa sampai saat ini pasukan khusus terus melakukan pengejaran.
”Tim khusus dari Polres terus melakukan pengejaran, karena informasi bahwa tersangka terus bergerak. Mempersempit ruang gerak pelaku, tim kita saling bergantian, jika ada yang turun, tim lainnya langsung naik,” ucap Baba.
Lanjutnya, agar juga tidak menghilang dari wilayah Sangihe, kita terus kordiasi dengan sektor-sektor.
“Termasuk sektor pelabuhan yang juga kita terus tingkatkan, serta juga polsek-polsek di wilayah Sangihe,” tambah Baba.
Diketahui, kejadian sadis yang terjadi pada senin (7/3) pekan kemarin, sekitar pukul 2.00 wita dini hari, menewaskan satu orang, serta melukai 6 orang yang masih dirawat di RSUD Lingkendage. (Gun)
