Berita Utama

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional, Ini Komitmen Gubernur Olly Dondokammbey

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional, Ini Komitmen Gubernur Olly Dondokammbey
Penandatanganan MoU Gubernur Sulut dan Polda Sulut tentang penanganan kekerasan terhadap anak

Manado, BeritaManado.com — Momentum puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (4/8/2021) menjadi momentum Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw untuk memperkuat komitmen.

Wujud dari komitmen tersebut direalisasikan dengan penandatanganan MoU Gubernur Sulut dan Polda Sulut dalam hal penanganan kekerapasan terhadap perempuan dan anakk di Proovinsi Sulut.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Olly Dondokambey dalam sapaannya kepada anak-anak di Sulawesi Utara mengatakan bahwa salah satu komitmen pemerintah saat ini adalah bagaimana menyikapi permasalahan stunting.

Tindak lanjut dari komitmen ini yaitu dengan dibentuknya komunitas Mama Peduli Stunting  (Mama Penting) yang diketuai oleh Ketua  TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Rita  Dondokambey-Tamuntuan.

“Kita harus memeprsiapkan anak-anak untuk masa depan bangsa dan negara berdasarkan potensi diri yang ada. Hal ini tentu saja demi kesuksesan anak dan remaja Sulut,” ungkap Gubernur Olly Dondokambey.

Selain pengukuhan ‘Mama Penting’ kesempatan tersebut juga dibacakan Suara Anak Daerah oleh salah satu remaja, dimana beberapa diantaranya yaitu terkait harapan anak-anak Sulut agar mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah demi menyikapi berbagai permasalahan yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Bagian akhir dari kegiatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Stop Pernikahan Anak dengan membubuhkan tanda tangan pada media yang sudah disediakan.

Sebelumnya, Kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) dr Devy Kandouw – Tanos dalam laporannya mengatakan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa.

“Untuk itu, perlu kehidupan anak-anak di Sulut sudah termasuk di dalamnya berbagai penyimpangan serta pelaggaran hukuk terhadap korban perempuan dan anak, harus mendapatkan perhatian bersama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara offline dan juga online lewat Zoom Meeting.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara