
Minut, BeritaManado.com — Pemerintah Kabupaten Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam rangka penjajakan pembahasan kerja sama antar daerah, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo, Nawir Tondako, bersama rombongan yang terdiri dari puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kedatangan rombongan Pemkab Gorontalo di Kantor Bupati Minahasa Utara disambut oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Robby Parengkuan, bersama jajaran pemerintah daerah setempat di Kantor Bupati Minahasa Utara.
Dalam sambutannya, Nawir Tondako menjelaskan kunjungan ini merupakan langkah awal menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis antara kedua daerah.
Menurutnya, pada tahap awal ini pihaknya ingin mengumpulkan berbagai informasi secara menyeluruh sebelum nantinya dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih teknis di tingkat organisasi perangkat daerah.
“Karena ini masih tahap penjajakan, kami ingin mendapatkan gambaran dan informasi secara keseluruhan terlebih dahulu. Setelah itu nantinya akan ditindaklanjuti secara sektoral oleh masing-masing OPD,” ujar Nawir.
Ia menilai Kabupaten Minahasa Utara memiliki banyak kesamaan karakteristik dengan Kabupaten Gorontalo, terutama dari sisi geografis yang memiliki potensi pegunungan, pertanian, hingga kawasan pesisir.
Hal tersebut dinilai membuka peluang besar untuk kolaborasi, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan industri.
Kabupaten Gorontalo, lanjut Nawir, saat ini memiliki potensi besar pada sektor pertanian terutama produksi beras.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mendorong pengembangan sektor perkebunan yang hasilnya dapat diolah menjadi bahan baku industri.
“Kami melihat potensi di Minahasa Utara cukup besar, termasuk sektor industri kelapa yang sudah berkembang. Ini menjadi hal yang menarik untuk dipelajari bersama,” katanya.
Selain sektor pertanian dan perkebunan, Nawir juga menyinggung pentingnya kerja sama dalam pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki potensi wisata yang sangat besar dan bahkan beberapa kawasan telah menjadi destinasi prioritas nasional.
Ia mencontohkan kawasan Likupang yang saat ini menjadi salah satu destinasi super prioritas nasional yang terus berkembang dan memiliki daya tarik internasional.
“Kami berharap ke depan sektor pariwisata ini juga bisa terkoneksi. Apalagi Sulawesi Utara sudah memiliki penerbangan langsung dari beberapa negara seperti China dan Korea. Kami berharap dampaknya juga bisa dirasakan daerah-daerah di sekitar, termasuk Gorontalo,” terangnya.
Nawir juga menekankan pentingnya kerja sama antar daerah di tengah tantangan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Menurutnya, kolaborasi menjadi langkah strategis agar daerah dapat saling melengkapi potensi yang dimiliki.
“Daripada kita jauh-jauh bekerja sama, lebih baik kita memperkuat kerja sama dengan daerah yang dekat dan memiliki hubungan historis serta budaya yang kuat. Kita ini masih satu kawasan dan bersaudara,” ujarnya.
Ia berharap melalui penjajakan ini akan lahir berbagai kerja sama konkret yang dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah, baik dalam penguatan ekonomi daerah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang diwakili Asisten II Pemkab Minahasa Utara, Robby Parengkuan, menjelaskan dalam pertemuan tersebut kedua daerah saling berbagi informasi terkait tata kelola pemerintahan, termasuk pengelolaan keuangan daerah.
“Kunjungan dari Pemkab Gorontalo ini terkait dengan apa saja yang bisa kita kerjasamakan antara mereka di kabupaten sana dengan di sini. Kami juga bertukar informasi terkait tata kelola pemerintahan, termasuk pengelolaan keuangan,” ujar Robby.
Dikatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan Pemkab Gorontalo adalah sistem pengelolaan pemerintahan yang diterapkan di Minahasa Utara, termasuk capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK.
Selain itu, rombongan juga ingin mendapatkan informasi mengenai penerapan sistem pembayaran non-tunai yang telah diterapkan hingga ke tingkat perangkat desa di Kabupaten Minahasa Utara.
“Mereka juga ingin mendapatkan informasi terkait pembayaran non-tunai sampai ke perangkat desa, karena tata kelola keuangan di Minahasa Utara dinilai cukup baik,” jelasnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi awal untuk membahas berbagai dokumen kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
(Alfrits Semen)
