Tompaso – PT. Gunung Mas Agro Lestari (GMAL) sedang menerapkan sistem pertanian modern. Di lahan seluas sekitar 3 hektar saat ini sedang dipersiapkan untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura dan buah-buahan dalam rangka menunjang pembangunan daerah di bidang pertanian.
Direktur Utama PT. GMAL Pieter Tangka kepada BeritaManado.com, Rabu (18/2/2015) mengatakan bahwa komoditi yang telah dan akan ditanam antara lain adalah, buah Melon dan Cabe berbagai varietas.
“Lahan ini nantinya akan dijadikan sarana pembelajaran dan peneitian dari siapa saja. Entah itu dari kalangan pemerintah, swasta, anak sekolah dan mahasiswa, semuanya bisa datang dengan maksud dan tujuannya masing-masing. Lokasi ini juga akan dilengkapi dengan green house permanen untuk pembenihan,” ungkap Tangka.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa kedepan PT. GMAL akan melakukan pembinaan dan pendampingan petani secara personal dan bukan lagi kelompok atau kelembagaan. Hal itu dilakukan untuk mendorong petani itu sendiri agar dapat bertanggung jawab atas lahan garapannya agar demi mendapatkan hasil panen yang memuaskan.
Tak sampai disitu saja, bahkan PT. GMAL sendiri sudah melakukan pertemuan dengan para pelaku pasar di Pulau Jawa untuk merintis hadirnya Pasar Komoditi Nasional di Sulawesi Utara. Hal itu menurut Tangka sudah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI, Kementerian Pertanian RI dan oner Pasar Komoditi Nasional di Jakarta dan Surabaya.
Untuk semuanya itu, tentu akan ada kerja sama guna mewujudkan kedaulatan pangan sebagaimana telah dicetuskan oleh pemerintah pusat langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. (frangkiwullur)

