
Ratahan – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Novie Legi mengatakan, progres bantuan pembangunan rumah bagi korban banjir bandang sudah 85 persen rampung.
Sebab menurutnya, pembangunan enam rumah tersebut sudah sebagian besar yang masuk tahap pengecatan rumah.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa pembangunan rumah ini sudah memasuki tahap akhir atau penyelesaian.
“Sekitar enam kepala keluarga yang mendapat bantuan pembangunan rumah akibat banjir bandang. Sebagian besar sudah masuk pengecatan, sisanya sementara di aci,” ungkap Novie Legi, Kamis (11/11/2021).
Dengan demikian, rencana awal perampungan pembangunan rumah pada akhir bulan November ini peluang besar terpenuhi.
“Kami upayakan selesai akhir November agar bisa segera diresmikan Bupati James Sumendap. Kalau dilihat progresnya, saya optimis bisa terpenuhi,” pungkasnya.
Adapun total anggaran diperkirakan sebesar Rp300 juta dari dana APBD dengan perincian 50 juta untuk setiap rumah korban bencana yang rusak parah atau hanyut.
Gerak cepat ini dilakukan Pemkab Mitra, sebab walau bantuan dari Kementerian PUPR dan Sosial untuk pembangunan rumah ada, tapi membutuhkan proses dan memakan waktu yang cukup panjang.
Sementara pembangunan enam rumah warga Pangu Raya ini dengan anggaran yang tertata di Dinas Perkim ini menggunakan sistem swadaya masyarakat.
(Jenly Wenur)
