
Editor: Sri Surya | Manado
Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, 21 April 2026, sebuah lagu bertajuk “Mulu-Mulu” resmi dirilis sebagai single, diawali dengan peluncuran video musik resmi untuk meramaikan industri musik Tanah Air.
Mulu-Mulu merupakan lagu berbahasa Melayu Manado yang dibawakan oleh Angela Kaunang, penyanyi muda pendatang baru asal Minahasa yang merupakan jebolan ajang Idola Sulut.
Lagu ini menjadi salah satu karya terpilih dalam program AKTIF (Akselerasi Kreatif) Ekonomi Kreatif yang digagas Direktorat Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, dan berhasil memperoleh hibah produksi video musik.
Fenomena musik daerah yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional menjadi salah satu latar belakang hadirnya program AKTIF.
Bahasa daerah kini tidak lagi menjadi penghalang bagi sebuah lagu untuk diterima oleh penikmat musik yang lebih luas.
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa pelaku industri musik daerah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, baik dari sisi kualitas karya maupun potensi industrinya.
Lagu Mulu-Mulu sendiri mengangkat tema sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya fenomena “tanta-tanta” atau ibu-ibu dalam budaya Melayu Manado.
Melalui lirik pembuka “tanta-tanta yang nda ada hambak” yang berarti “ibu-ibu yang kurang kerjaan”, lagu ini menghadirkan nuansa humor yang ringan tanpa tendensi negatif, sekaligus menjadi pengantar menuju pesan moral yang disampaikan.
Meski dikemas secara jenaka, lagu ini sarat dengan pesan agar masyarakat lebih bijak memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif, daripada terjebak dalam kebiasaan bergosip yang berpotensi memicu konflik, termasuk dalam rumah tangga.
Penampilan Angela Kaunang yang enerjik dan ekspresif menjadi daya tarik tersendiri, memperkuat karakter lagu yang ringan namun bermakna.
Angela sendiri merupakan juara Idola Sulut 2025 dan telah melalui berbagai proses pengembangan vokal melalui kegiatan bernyanyi di sekolah, gereja, serta aktivitas kepemudaan.
Sementara itu, lagu ini diciptakan oleh Rommy Mandey, musisi sekaligus produser yang telah berkecimpung di industri musik selama lebih dari 20 tahun.
Ia juga dikenal sebagai pemilik studio rekaman dan penggerak komunitas musik di Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
Mulu-Mulu menjadi produksi video musik ke-18 dalam program AKTIF Ekraf. Proses produksinya melibatkan rumah produksi lokal, GENPI Sulut Production, yang berbasis di Kota Manado.
Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi ikonik, seperti Jalan Boulevard Piere Tendean (kawasan Manado Town Square), Manado Bay, Jalan Roda, Pasar Bersehati, Kota Langowan, hingga Universitas Negeri Manado (Unima).
Video musik ini juga melibatkan sejumlah influencer lokal, salah satunya Piet Hein Pusung.
Direktur Musik Ekonomi Kreatif, Dr. Moh. Amin Abdullah, menjelaskan bahwa program AKTIF tidak hanya berfokus pada pendanaan produksi video musik, tetapi juga mendorong pemberdayaan pelaku kreatif di daerah.
