Tekno

Pilpres 2014 Picu Unfriend, Unfollow, Block dan Unshare di Media Sosial

unfriend pa ngana
unfriend pa ngana

Manado – Tingkat persaingan dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang telah berlangsung sebulan terakhir ini melanda berbagai sendi kehidupan masyarakat. Dunia maya pun tak lepas dari hingar-bingar pesta demokrasi lima tahunan ini.

Di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path hampir setiap menitnya menyajikan perang dukungan, kritik hingga fitnah yang ditujukan kepada masing-masing kubu capres dan cawapres. Pelak saja hal ini menjadi pemicu terganggunya hubungan pertemanan di dunia maya.

Tak jarang kita melihat para pengguna memilih memutuskan pertemanannya seperti unfriend, unfollow, block dan unshare gara-gara merasa terganggu dengan pandangan politik kawan yang bertentangan. Ada juga yang merasa tak nyaman dengan hiruk-pikuk kampanye ini.

Seperti dilansir dari halaman Republika.co.id, jumlah pasti unfriend (pencabutan perteman di media sosial memang tak diperoleh angka pasti, namun ada peningkatan perbincangan tentang unfriend yang signifikan jelang pemilu ini.

Menurut Adi Ahdiat, peneliti dari riset Prapancha Research (PR) di Jakarta, rentang 4 Juni-4 Juli 2014 perbincangan unfriend, unfollow, block, dan unshare seputar pemilu meningkat sampai sekitar 3.513 di Twitter. Itu tidak terjadi sebelum kampanye pilpres bergulir. PR mengasumsikan peningkatan tersebut sebagai indikator makin banyaknya jumlah pencabutan perkawanan.

Tren yang juga berkembang adalah unfollow atau unfriend sementara. Setelah pemilu, pemilik akun banyak yang menyampaikan bakal berkawan lagi dengan akun yang mereka blokir setelah Pilpres. Adi menilai fakta ini menunjukkan bahwa kampanye di media sosial yang serampangan malah berpotensi kontraproduktif terhadap citra kandidat bersangkutan. (*/Recky Pelealu)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara