Berita Utama

Petani di Minsel Tewas Tertimpa Pohon Seho yang Tumbang

Petani di Minsel Tewas Tertimpa Pohon Seho yang Tumbang
Petani di Minsel yang tewas tertimpa pohon saat sebelum dimakamkan

Minsel, BeritaManado.com – Seorang Petani bernama Muchsin Abduhalim (70), warga Desa Bojonegoro Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dikabarkan meninggal akibat tertimpa pohon Seho (Aren) yang tumbang.

Hukum Tua Desa Bojonegoro, Leida Laoh saat dihubungi wartawan BeritaManado.com, pada Selasa (11/04/2023) membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Dari informasi yang saya terima kejadiannya sekitar pukul 14.00-15.00 Wita pada kemarin hari,” tutur Leida.

Dikatakannya, korban yang saat itu sementara beristirahat di pondok, tertimpa pohon Seho yang memang sudah dalam posisi miring.

“Saat itu terjadi angin kencang di daerah sini, sehingga menyebabkan pohon itu tumbang dan menimpa korban,” katanya lagi.

Sementara, Kapolsek Tompaso Baru AKP Bobby Tri Mulyono saat dihubungi lewat pesan WhatsApp mengatakan jika korban sudah dievakuasi warga ke rumahnya di Desa Bojonegoro, jaga II.

“Berdasarkan informasi saksi, Saiful Mashanafi (30) mengatakan bahwa saat dirinya sedang membersihkan kebun miliknya yang bersebelahan dengan kebun milik dari korban. Tiba-tiba terdengar ada bunyi yang keras sehingga saksi mendatangi pondok korban,” ungkap AKP Bobby.

“Saksi melihat pohon Aren tumbang mengenai akan pondok milik dari korban,” katanya lagi.

Dikatakannya lagi, saat saksi mendekat, ia melihat korban yang ada di dalam pondok dan tertimpa pohon yang tumbang tersebut.

“Saksi langsung mencari dan memangil akan menantu korban, Hendra Kaligis yang sedang bekerja di dekat lokasi kejadian. Mereka melihat kondisi korban dan saksi langsung pulang ke Desa Bojonegoro dan memberitahukan kepada keluarga korban,” ujar AKP Bobby.

Atas kejadian tersebut dijelaskan AKP Bobby, pihak kepolisian langsung mendatangi rumah korban dan mencari informasi kejadian tersebut.

“Kami juga menjelaskan kepada keluarga untuk melakukan Autopsi kepada korban,” tutur AKP Bobby.

“Tetapi keluarga menolak untuk dilakukan Autopsi, karena kejadian tersebut murni kecelakaan dan dibuat surat pernyataan penolakan Autopsi,” pungkasnya.

Dari informasi yang diterima wartawan BeritaManado.com, saat ini korban sudah dimakamkan keluarga dan pemerintah Desa Bojonegoro.

TamuraWatung

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara