Bisnis dan Ekonomi

Petani Cengkih Gembira, ‘Emas Coklat’ Tembus Rp 95 Ribu

Manado – Produksi cengkih yang menjadi komoditas perkebunan unggulan masyarakat Sulawesi Utara(Sulut) terus mengalami perbaikan menyusul kenaikan harga 5,5 persen pekan terakhir. “Harga terendah di pasaran Manado saat ini naik menjadi Rp95 ribu, naik dibanding pekan lalu Rp90 ribu per Kilogram(Kg),” kata petugas pemantau harga komoditas unggulan Disperindag Sulut, Saul Pijoh, Senin (10/9).

Saul mengatakan, kenaikan 5,5 persen merupakan pergerakkan harga tertinggi dalam dua bulan terakhir. Pergerakkan positif harga cengkih, sangat menggembirakan bagi petani yang saat ini tetap bertahan menyimpan stok hasil panen tahun ini.

Para petani optimisitis harga cengkih bakal terus menguat ke tingkat lebih tinggi karena melihat tren harga yang relatif stabil di saat panen pertengahan tahun ini. “Pengalaman tahun sebelumnya, harga cengkih akan turun ke tingkat terendah saat panen berlangsung, tetapi kondisi tidak terjadi tahun ini harga komoditas unggulan tersebut tetap stabil,” kata Stenly Paat, petani Minahasa.

Cengkih pernah mencapai harga tertinggi di kisaran Rp200 ribu per Kg beberapa tahun silam. Kenaikan harga tertinggi tersebut terjadi karena permintaan pengguna cengkih yang tidak besar, tidak sebanding dengan stok tersedia, akibat produksi petani kurang.(don)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara