Bisnis dan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Sulut Fantastis

Oleh: Jackson Kumaat

Majunya roda perekonomian daerah merupakan cermin berhasilnya
pengelolahan dana APBD. Setelah beberapa waktu lalu Sulawesi Utara (Sulut)
mendapat penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kini Sulut
mengumumkan rekor pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelumnya, Provinsi Sulut kembali menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, selama tiga kali berturut-turut sejak 2010. Penghargaan
ini bisa dibilang langka di seluruh pemerintah daerah, karena banyaknya kasus
korupsi yang melibatkan kepala-kepala daerah.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, pertumbuhan ekonomi Sulut di triwulan I 2012 ini, mengalami pertumbuhan sebesar 7,46 persen, dibandingkan triwulan yang sama di tahun 2011. Sektor bangunan memberikan andil terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 1,33 persen.

Di laporan itu menyebutkan, perekonomian Sulut ini diukur berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB), atas dasar harga berlaku triwulan 1 2012 yang mencapai Rp 9,97 triliun dan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp 4,64 persen.

Selain sektor bangunan, semua sektor ekonomi secara year on year mengalami pertumbuhan. Sektor yang paling kecil kontribusinya terhadap pertumbuhan adalah sektor listrik, gas, dan air yang hanya mampu menyumbang sebesar 0,13 persen.

Sub-sektor bahan makanan mampu tumbuh positif sebesar 3,69 persen. Hal ini karena ada peningkatan produksi pada khususnya didaerah sentra beras yaitu Kabupaten Bolmong yang mengalami panen disebagian daerah.

“Saya sepakat, seluruh komponen PDRB dalam penggunaannya di triwulan I 2012 dibandingkan triwulan I 2011 mengalami pertumbuhan positif. Sedangkan jika dibandingkan dengan triwulan IV 2011, semua komponen PDRB tumbuh negatif. Untuk hal ini, perlu dibandingkan dengan data akhir tahun nanti,” tutur Kumaat.

Dengan kondisi ini, pertumbuhan ekonomi Sulut yang mencapai 7,46 persen ini, masih lebih baik dari pertumbuhan ekonomi skala nasional. Pertumbuhan ekonomi dalam skala nasional hanya mencapai sebesar 6,3 persen.

Mudah-mudahan, laporan BPS Sulut ini bisa memacu peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga triwulan keempat. “Bagi saya, meningkatnya
angka-angka statistik BPS ini bisa mempengaruhi investor asing dan investor
luar Sulut untuk menanamkan investasinya,” tambahnya.

Sama seperti laporan BPS, penghargaan WTP oleh BPK sangat penting sebagai barometer pihak luar yang ingin menjalin hubungan kerja sama, seperti pemda tetangga, investor lokal dan investor asing, yang ingin menjalin kerja sama bisnis.

“Dalam pengamatan saya selama menjadi penghubung investor asing, pihak luar yang ingin menjalin hubungan ekonomi ke pemerintah daerah,
biasanya akan mencari tahu latar belakang daerah tersebut. Daerah yang memiliki status WTP seperti Sulut, tentunya akan menjadi prioritas, karena dianggap lebih aman dan nyaman menjalin hubungan.”

(Penulis, Staf Khusus Gubernur Sulut bidang Investasi)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara