
Manado, BeritaManado.com — Meskipun sektor industri dan perdagangan tumbuh pesat, pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sulawesi Utara.
Data BPS menunjukkan, dari total 1,34 juta penduduk bekerja pada Agustus 2025, lebih dari 40 persen masih bergantung pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Kepala BPS Sulut Aidil Adha mengatakan, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung tenaga kerja di daerah.
“Meskipun mengalami sedikit penurunan, pertanian masih memegang peranan strategis dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga ketahanan pangan Sulawesi Utara,” jelasnya.
Sementara itu, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja, menandakan mulai bergesernya orientasi ekonomi menuju sektor non-pertanian.
Perubahan struktur tenaga kerja ini juga menunjukkan adanya peningkatan keahlian dan diversifikasi sumber pendapatan masyarakat.
Pemerintah daerah didorong untuk menyiapkan pelatihan dan program pemberdayaan agar tenaga kerja pertanian bisa beradaptasi dengan sektor baru.
Aidil menambahkan, penguatan konektivitas antarwilayah dan peningkatan nilai tambah produk hasil bumi dapat memperluas kesempatan kerja.
“Jika rantai pasok pertanian dan industri olahan terhubung lebih baik, kesejahteraan petani akan meningkat,” ujarnya.
(srisurya)
