Didukung teknologi dan tenaga riset terapan yang PKT miliki, serta berkolaborasi dengan balai konservasi yang ada di wilayah Kalimantan, pihaknya berhasil mengembalikan 1.314 anggrek hitam ke habitat aslinya sejak tahun 2018.
Adapun upaya PKT dalam meningkatkan jumlah populasi anggrek hitam, di antaranya memperbanyak jumlah bibit anggrek hitam dan mengembalikan anggrek hitam ke habitat aslinya (reintroduksi) yang dilakukan di Sangkima dan kawasan Taman Nasional Kutai. Total sebanyak 5.218 bibit anggrek hitam berhasil diproduksi sejak tahun 2016 atau rata-rata mencapai 1.043 per tahun.
“Kami percaya inisiatif-inisiatif yang kami lakukan dapat meningkatkan jumlah anggrek hitam di habitat aslinya, yakni hutan tropis Kalimantan,” tutup Rahmad.
(***/rds)
