Bisnis dan Ekonomi

Perjuangan PT MSH Demi Masuknya Investasi Triliunan di KEK Bitung

KEK Bitung memiliki lokasi yang sangat strategis dan merupakan pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia Pasifik.

Aksesibilitas tersebut didukung dengan adanya Pelabuhan Hub Internasional Bitung sebagai hub Perdagangan bagi Kawasan Timur Indonesia.

Berjarak 44 km dari Ibukota Manado, KEK Bitung diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan dan distribusi barang serta penunjang logistik di Kawasan Timur Indonesia.

Dengan total area seluas 534 ha, KEK Bitung berbasis pada keunggulan Komoditas daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di Indonesia, KEK Bitung fokus pada industri pengolahan perikanan untuk menghasilkan komoditi ekspor berkualitas internasional.

Selain perikanan, KEK Bitung juga fokus pada Industri Kelapa beserta produk turunannya yang memiliki pasar yang sangat luas dan diminati baik dalam skala nasional maupun internasional.

Berdasarkan potensi wilayah dan keunggulan geostrategis, KEK Bitung diharapkan mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro, farmasi dan diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp32,89 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 34.710 hingga tahun 2030.

Namun dibalik keberhasilan yang ada, masih menjadi PR bagi PT MSH untuk mencari Investor Strategis (Penyandang Dana) di mana saat PT MSH ditunjuk sebagai Pengelola KEK Bitung, PT MSH menerima lahan yang belum siap untuk dipasarkan.

Menurut Jeffry, anggaran yang dibutuhkan untuk proyek pematangan lahan dan pembebasan lahan yang dibuat oleh Kementrian Perindustrian cukup material sedangkan Modal PT MSH sangat minim.

Unsur modal sangat dibutuhkan disetiap usaha ataupun mau inovasi usaha sekecil apapun.

“Bagaimana mau ada pendapatan/profit kalau dagangannya (lahan) belum siap. Namun demikian kami tetap berupaya mencari dan mendatangkan investor/perusahaan/tenan dan menawarkan proyek tersebut, dan bagi calon tenan tetap kami tawarkan untuk masuk melalui lahan masyarakat yang tentunya tidak menghasilkan profit bagi PT MSH,” kata Jeffry.

Lanjutnya, sampai posisi Desember 2024, tenan di KEK Bitung sudah sebanyak 14 (empat belas) tenan/perusahaan/pelaku usaha dengan menggunakan 1448 tenaga kerja.

Tenan-tenan yang ada sebagian besar sudah berproduksi dengan total nilai produksi Rp511,5 miliar dan Total Nilai Ekspor Rp367,6 miliar.

“Dengan keberadaan dari ke-14 tenan ini, multiplier effect yaitu peningkatan ekonomi masyarakat tentunya sangat berdampak,” pungkas Jeffry.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara