
Penulis: Jenly Wenur | Manado
Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado tampak berbeda pada Jumat (1/5/2026) pagi.
Di sana, para mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air berkumpul untuk memperingati 63 tahun integrasi Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hadir di tengah-tengah mahasiswa, Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng, IPU, ASEAN Eng.
Kehadiran orang nomor satu di Unsrat ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap semangat persatuan dan harmoni antar-etnis di lingkungan akademik.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, Prof Berty Sompie menekankan bahwa peringatan sejarah ini adalah pengingat penting bagi generasi muda.
Menurutnya, Papua bukan sekadar wilayah geografis, melainkan bagian integral yang sangat berharga bagi Indonesia.
“Peringatan 63 tahun integrasi ini adalah pengingat bahwa Papua adalah bagian tak terpisahkan dari jantung Indonesia,” ujar Prof Berty di hadapan para mahasiswa.
Ia juga menyoroti peran strategis mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari Bumi Cendrawasih dan tengah menempuh studi di Sulawesi Utara.
Baginya, kampus dan asrama mahasiswa adalah laboratorium nyata untuk merawat keberagaman.
“Di Asrama Mahasiswa Nusantara ini, kita melihat miniatur Indonesia yang sesungguhnya. Di sinilah perbedaan tidak lagi menjadi sekat, melainkan kekuatan untuk kita maju bersama,” tambahnya.
Melalui momentum ini, Prof Berty berharap mahasiswa Unsrat terus menjaga komitmen kebangsaan dan menjadi pelopor persatuan, membuktikan bahwa pendidikan adalah jembatan terbaik untuk mempererat persaudaraan antar suku di tanah air.
