Opini

Percakapan Usai FIFA Batalkan Pildun U20 di Indonesia: Ini Rahasia Anak-anak Yahudi Pintar

Penganut agama terbesar adalah Yahudi 6.820 juta jiwa atau sekitar 74,2 persen, sedangkan urutan kedua Muslim 17,8 persen.

Agama Kristen menempati urutan ketiga yaitu 2 persen dan terakhir agama Druze atau Daraziyah 1,6 persen.

Keempat agama ini hidup berdampingan secara damai.

Dalam urusan agama tidak ada kecemasan akan diktator agama mayoritas atau tirani agama minoritas.

Bila berziarah ke Israel kita menjumpai warga keempat agama itu di semua obyek wisata suci.

Tanja seorang Doktor Bioteknologi dan bekerja di perusahaan farmasi terkenal Novartis.

Dia mengenal dan menyebut hampir semua ilmuwan terkemuka keturunan Yahudi.

Albert Einstein, penemu teori Relativitas yang studi di Universitas Zürich dan tinggal di Swiss.

Thomas Alva Edison, penemu bola lampu listrik.

Leonard Kleinrock penemu Internet dan Lary Page penemu mesin pencari Google.

Ada Mark Zuckerberg, penemu aplikasi Facebook, Bill Gates penemu Microsoft, dan Andy Rubin, pencipta sistem operasi Android.

Mayoritas penerima Nobel adalah orang-orang keturunan Yahudi.

Dari 170-an peraih Nobel ilmu pengetahuan, 102 penerimanya berkebangsaan Yahudi.

Ada begitu banyak perusahaan multinasional yang menguasai dunia dewasa ini.

Mungkin juga ada di Indonesia, sebut saja Carrefour, Barric Gold, Baskin Robbins, Danone, Dell, Delta Galil, Hagen Dazs Ice Cream, Intel Corporation, Philip Moris, Revlon, Starbucks Cooperation, Star TV dan masih banyak lagi.

Semuanya di kelola oleh para pebisnis keturunan Yahudi.

Saya begitu kagum dan penasaran.

Saya bertanya pada Tanja: “Mengapa kualitas intelektual orang Israel dan orang Yahudi umumnya begitu hebat?”

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara