Kami menikmati kopi sore sambil berkisah tentang negara Israel dan Indonesia.
Waktu terus berlalu dan jarena kesibukan kami jarang bertemu.
Dynia juga sudah tidak aktif lagi sebagai puteri altar karena harus lanjut studi kedokteran di Universitas Zürich.
Malam tadi 31 Maret kami bertemu lagi.
Kami menikmati makanan khas Israel seperti kacang almond, kurma, ikan salmon dan sayur.
Setelah makan mereka mereka menunjukan alat musik piano, biola dan perangkat musik lainnya.
Mereka juga menunjukkan kaset-kaset lagu klasik.
Dan tak kalah menarik mereka menunjukan buku-buku dan perangkat belajar Matematika.
Mereka menggunakannya saat sang istri mengandung dan saat Dynia masih kecil.
Mereka bercerita tentang kebiasaan keluarga-keluarga Yahudi, situasi Israel, Palestina dan Timur Tengah umumnya.
Setiap tahun mereka selalu berlibur ke Israel.
Mereka mengunjungi tanah tumpah darah dan saudara saudari sebangsanya.
Nasionalisme dan kerinduannya kembali ke kota Sion, Jerusalem tidak pernah pudar meski sudah lama tinggal di Swiss.
Tanja bercerita bahwa Israel adalah satu-satunya negara bangsa Yahudi.
Negara kecil ini luasnya 22,145 km persegi. Ya, hampir dua kali luas pulau Flores.
Israel berbatasan dengan laut Tengah, Libanon, Suriah, Palestina, Yordania dan Mesir.
Sesuai data 2021 jumlah penduduknya 9,364 juta jiwa.
Israel menjunjung tinggi kebebasan beragama.
