Kemudian mengenai
kehidupan dalam perubahan, team work, komunikasi dengan menciptakan suasana
kondusif agar jalur komunikasi dan inovasi terbuka dari segala arah.
Kembali ke kisah penunjukkan Robby Djohan sebagai Dirut Garuda dulu.
Hebatnya, Robby Djohan sendiri mengakui tak tahu apa-apa tentang bisnis penerbangan.
Satu-satunya pengalaman yang ia punya adalah jadi penumpang pesawat.
Wajar kalau dia rada
galau, apalagi melihat hutang Garuda saat itu telah mencapai 1,2 miliar USD,
lebih besar dari seluruh asetnya.
Dari assesment-nya waktu itu Garuda hanya butuh sekitar 6000 orang
karyawan dan Garuda punya karyawan hampir 13.000.
Organisasi terlalu
gemuk! Produktivitas karyawan rendah, banyak rute kering, sepi penumpang, citra
pelayanan buruk, kerap delay tanpa pemberitahuan, sampai-sampai Garuda
diplesetkan jadi Garuda Always Reliable Until Delay Announced.
Keberanian dan kelihaian negosiasi juga dibutuhkan untuk menghadapi
kreditur.
Robby Djohan tahu cara memperlakukan debitur-debitur saat mengalami kesulitan membayar.
Robby bercerita, “Benar saja, mereka (para bankir) langsung menggebrak, mengintimidasi dengan suara keras dan mengancam akan menyita pesawat A330 yang disewa.”
Tapi dengan tenang Robby menjawab “Saya datang bukan untuk memecahkan masalah saya tapi masalah Anda.
Alasan utama mengapa Garuda kolaps adalah karena bank-bank internasional memberikan pinjaman kepada Garuda yang neraca keuangannya defisit.
Dari pengalaman saya selama 30 tahun di bank, saya tidak dapat memahami itu dan jika anda ingin mengambil kembali pesawat Aanda, silakan lakukan karena tidak produktif bagi kami.”
Gertak balik gaya Robby
Djohan berhasil dan Garuda boleh membayar pinjaman dalam tempo 16 tahun dengan
bunga satu persen di atas SIBOR (Singapore Interbank Offered Rate).
Tak sampai setahun Robby Djohan intens bekerja, Garuda selamat dari
kebangkrutan.
Bagaimana sekarang? Penyelamatan Garuda Indonesia menjadi Deja Vu, Total Corporate Restructuring! Erick Thohir, Audentes fortuna iuvat! (fortune favors the bold).
Andre Vincent Wenas, DRS, MM, MBA, Sekjen Kawal Indonesia – Komunitas Anak Bangsa
(***/Frangki Wullur)
