
Bitung – Rencana Pemkot untuk mulai mengoperasikan Pasar Sagerat bulan Februari dinilai kurang tepat. Pasalnya, menurut LSM Sakti, Petrus Rumbayan, masih ada sejumlah masalah yang perlu diselesaikan sebelum pasar induk tersebut dioperasikan.
“Pemkot harus menuntaskan terlebih dahulu permasalahan yang ada sebelum mengoperasikan Pasar Sagerat, jangan asal memaksakan kehendak,” kata Rumbayar, Senin (28/1).
Rumbayar menilai, dari awal pemilihan lokasi pembangunan Pasar Sagerat tidak melihat kepentingan masyarakat. Tapi hanya untuk kepentingan orang per orang karena lokasinya yang sulit dijangkau masyarakat.
“Dari segi angkutan juga tidak tepat, karena terminal terakhir yakni Terminal Tangkoko lebih mudah dijangkau daripada pasar,” katanya.
Otomatis menurut Rumbayar, masyarakat harus mengeluarkan biaya trasport ganda ketika akan menuju Pasar Sagerat. Karena semua angkot berakhir di terminal dan pasti nanti ada kesepakatan baru sopir mau mengantar penumopang ke pasar.
“Sampai saat ini trayek angkot Pasar Sagerat tidak ada, kalupun ada itu menyalahi Perda karena semua trayek berakhir di Terminal Tangkoko,” katanya.
Sementara itu, Kadis Pasar, Arnold Karamoy menanggapi apa yang dikatakan Rumbayar sebagai masukan yang akan disampaikan ke instansi terkait. Terutama masalah trayek angkot agar masyarakat mudah menjangkau Pasar Sagerat.
“Namun yang jelas apa yang disampaikan sudah dibicarakan dengan Dishub dan Lantas Polres Bitung beberapa waktu lalu,” kata Karamoy.(enk)

Kita nin tau dia pe geostrategis, mar kwa kalo kita lia yang paling pas kwa di manembo-nembob awah, dimuka terminal,jalan kearah bawah patong kuda deng tplaza sari, jadi kalo mo perlu cuma mo ba jalang kaki sadiki, kalo lalah nanti nae ojek, mar kalo lalah kong nimau ta kluar doi, ngoni pake jo itu kuda, nyanda kwa ada orang punya, Kalo ngoni lei nintau nae kuda atau tako pa kuda, ohhh kala, masa lei so biasa ba tamang deng kuda2 kong so biasa nae kuda kong tako?