
Catatan Wartawan BeritaManado.com
Frangki Wullur
Tondano, BeritaManado.com — Pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Minahasa tidak bisa berdiri sendiri.
Hal itu dikarenakan dukungan alokasi anggaran belum bisa maksimal karena sebagian besar serapan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masih didominasi oleh belanja pegawai.
Dengan kondisi seperti ini, eksekusi program pemerintah di sektor pariwisata belum bisa selaras dengan harapan masyarakat serta visi dan misi pemerintah.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa bukannya tidak mengalokasikan anggaran, hanya saja hal itu belum bisa menghasilkan apa yang diharapkan.
Namun demikian, satu hal yang patut diapresiasi yaitu meski dengan keterbatasan yang ada, Pemkab Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berupaya memaksimalkan sumber daya yang dimiliki.
Sejalan dengan adanya efisiensi anggaran dari pusat hingga daerah, Disbudpar akan mengupayakan untuk memaksimalkan teknologi informasi melalui website.
Dengan demikian, upaya untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah tidak akan terlalu membutuhkan anggaran.
Dengan media digital ini, justeru dapat menjangkau ruang lingkup yang lebih luas, jika dibandingkan dengan promosi luar negeri dengan anggaran yang besar.
Hal yang dapat dilakukan Pemkab Minahasa yaitu menjalin kolaborasi dengan daerah lain di Sulut untuk merajut simpul yang kuat dalam rangka memaksimalkan pasar wisatawan lokal.
Sambil hal tersebut dilakukan, agenda jangka panjang untuk wisatawan asing sudah bisa dirancang, agar nanti ada kesinambungan kunjungan wisatawan asing di Minahasa.
Namun satu hal yang tidak bisa diabaikan yaitu adanya payung hukum sebagai petunjuk ke arah mana pariwisata Minahasa akan dikembangkan.
(Frangki Wullur)
