Jika demikian, dipastikan memanen keberhasilan.
“Semua membutuhkan pendekatan akurat. Dan dengan perkenaan Tuhan itu akan saya lakukan demi masa depan gereja yang lebih baik,” ujarnya.

Kedepan, Lucky menginginkan pemimpin gereja tidak sekadar paham dengan teknologi, tetapi menjadi pembasmi dosa-dosa internet.
Transformasi digitalisasi gereja, lanjut Lucky, harus didesain menjadi pabrik berkat dengan produk positif dan berita menyejukan.
Dengan kerendahan hati, Lucky optimis tidak akan mengecewakan jika diberi kepercayaan bertugas sebagai salah satu pimpinan Sinode GMIM tersebut.
Lucky menginginkan gereja semakin dewasa, modern dan selalu bersama pemerintah turun di tengah-tengah masyarakat.
(Alfrits Semen)
