Manado, BeritaManado.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw terus berupaya menciptakan keamanan didaerah ini dari radikalisme, terorisme, separatisme.
Untuk mewujudkan hal itu Pemprov Sulut melalui Kesbangpolda Sulut melatih puluhan Kepala Sekolah (Kepsek) dalm bidang intelejen yang tak ubahnya seperti yang bisa dilihat dalam film James Bond.
James Bond sendiri seperti diketahui sebagai Agen 007 atau JB adalah seorang agen rahasia intelejen Inggris (Secret Intelligence Service, disingkat SIS, atau dikenal juga dengan nama MI6) merupakan film populer karya Ian Fleming.
Menurut Kepala Badan Kesbangpolda Sulut Evans Steven Liow kepada BeritaManado.com menuturkan dalam kegiatan ini, pihaknya bermaksud memberikan pemahaman terhadap aparat dalam hal ini Kepsek untuk memberi kepekaan tinggi terhadap ancaman kamtibmas termasuk didalamnya isu radikalisme, terorisme, separatisme.
“Peserta diajarkan bagaimana mengkomunikasikan deteksi dini radikalisme, terorisme, separatisme dalam penanganan konflik dalam masyarakat sehingga aparat kita ada kemampuan intelijen ada konstribusi dalam penanganan konflik dan Soft Approach apabila terjadi tindakan-tindakan kriminalitas dilingkungan sekitar,” ujar Steven Liow.
Steven Liow juga mencontohkan terkai anak-sekolah sekolah yang sering terjadi perkelahian antar siswa, mahasiswa termasuk perkelahian antar kampung yang dinilainya perlu diantisipasi dengan cara intelejen.
“Ini yang diharapkan pak gubernur agar aparat pemerintahan daerah kita kuat dan mampu dalam penanganan konflik melalui deteksi dini oleh aparat kita dan kali ini khusus kepada kepala sekolah agar supaya sekolah-sekolah di Sulut bebas dari tawuran dan infiltrasi dari radikalisme atau ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Steven Liow.
Steven Liow mengharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan intelejen ini, jangan lagi terjadi dominasi kopolisian dan TNI cegah dini pada daerah rentan konflik.
“Penguatan idiologi pancasila, kegiatan bela negara serta refolusi mental menjadi prioritas utama bagi kepala sekolah dan aparat pemerintah daerah dalam kegiatan cegah dini atau deteksi dini yang ada dilingkungan sekolah, sehingga hidup rukun dan damai, menjunjung tinggi toleransi dengan semangat mapalus/gotong royong mewarnai kehidupan masyarakat Sulut,” tutup Steven Liow.
Pelatihan intelejen ini didukung para nara sumber dan tenaga pelatih dari Kepolisian, kejaksaan Kodam Merdeka yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)
(Rizath Polii)
